Whole Family Interlude Part 42

0
2379

Whole Family Interlude Part 42

KASUR BERANTAKAN

(POV RISA)

oh god, aku resmi tidak perawan. oh banyak cupangan pria di kulit mulusku..

om Andri hanya berdiam, memegangi pinggulku sambil dikit-dikit berusaha menenangkanku.
“maaf om…”, ujarku sambil membuka bantal, bantalku basah penuh dengan airmata dan ingus.
“maafkan aku Risa, kalau ternyata kamu belum siap..”, balasnya sambil mencondongkan wajahnya kearahku, aku hanya membalasnya dengan senyuman, serta om Andri menciumi kening dan bibirku.
“iya om, tau-tau Risa kepikiran kalau Risa sudah lagi gak perawan, dan rasa sakit yg berlebihan, makanya Risa nangis…tapi yauda gapapa, ini keputusan Risa untuk ML, sekarang Risa udah gapapa om”, terangku.
“yakin..?”, tanyanya. aku membalas dengan anggukan, senyuman dan ciuman di bibir.

“papah Andri, Risa mau lihat..”, ujarku dengan genit, aku sudah kembali ke semula. aku menegakkan badanku dan melihat kelamin kami yg bersatu, penis papah Andri masuk 3/4 dan ada bercak darah segar di penisnya. lalu sambil memegangi leher bagian belakangku, papah Andri menarik penisnya dengan perlahan, aku mendesah ringan karena ngilu, beberapa tetesan darah keluar dari dalam memekku dan jatuh ke sprei, kiranya ada 3-4 tetesan yg bakal membekas di sprei putih ini.
“ahhhh enak banget papah, tapi sakit..”, ujarku.
“nanti hanya sebentar ya anakku, nanti seterusnya bakal enak banget, papah akan beri kamu kenikmatan tiada tara”, terangnya dengan berbisik di depan wajahku.
ohh romantis sekali, seperti ada di film-film romansa yg memiliki agedan seks, ngobrol pelan sambil bersetubuh.
“iya papah, badan ini boleh kamu nikmati”, ujarku sambil mencium bibirnya.
“nikmati tubuhku, Risa”, balasnya lembut.

dengan posisi yg sama, aku masih tegak, dia mulai menarik dan menancapkan kembali penisnya, lambat laun rasa perih itu berubah menjadi enak, dan berubah menjadi sangat enak hingga titik nagih. layaknya seorang perawan, aku masih malu-malu untuk mendesah, kuhanya menggigit bibirku sendiri menahan keenakan tiada tara ini. saking besarnya penis papah Andri, dibawah pusar terasa gerakan keluar masuk mengikuti irama penis saat menyodokku, saking besarnya hingga terlihat dari luar.
“aaaahhh oohhh Risa, memekmu legit banget, dan ahhhh rapetnya oohhh”, desahnya.
“aahhh iya papah aahhh enak yaaahh oohhhh”, balasku.
aku tak kuat terus menerus tegak, setelah beberapa menit, aku menjatuhkan badanku dan berbaring rata dikasur, sambil melihat papahku mendesah keenakan meniduri anaknya.
“ohh Risa, youre such a slut”, pikirku dalam hati, baru melakukan seks sekian menit, aku sudah jatuh cinta dengan seks, tempo sodokan papah Andri tidak begitu kencang dan kasar, sangat lembut, mungkin ini treatment dia saat berhubungan dengan perawan. aku bisa membayangkan, ia dengan istrinya pasti seperti mamah dan papahku dirumah. seks terus menerus.
“aaaahhh papah aahhhh ooohhhh”.
“aauuhhh sudah mulai enak papaaahhh”.
“paaahhh ooohhh seks enak sekali ahhhh”.
“terus papah oohhh oohh terus”.
“aaahhh yaampuuun enak sekalii”.
akhirnya aku mulai mendesahku tiada henti, papah masih diposisi yg sama, namun ia memposisikanku dengan posisi yg baru pertama aku ketahui, yaitu dia menaruhkan kedua kakiku di pundaknya, sodokkannya bisa masuk sangat dalam. terasa sekali otot penisnya bergesekan dengan dinding vaginaku. desahan demi desahan aku keluarkan, aku sudah gak malu untuk mendesah. desahan yg terlampau banyak tidak aku tuliskan semua, karena bisa habis 50 episode hanya untuk menuliskan desahanku.

“ahhh Risa, ahhh enak banget, ahhh”, desah papahku.
“papah udah gak kuat?”, tanyaku.
“engga sayang, masih kuat kok, hanya enak banget, bentar papah istirahat dulu didalam haha”, balasnya untuk berhenti sekian detik, “kencengan dikit udah berani sayang? udah gak perih kan?”, tanya papah.
“iya papah, gakpapa kencengan aja”, balasku, bahkan aku gak tau kalau kencengan efeknya ditubuhku apa, aku hanya manut oleh seseorang yg ahli saja.

lantas papah menaruh ibu jarinya di ujung vaginaku, yg kuketahui bernama klitoris. dan dengan perlahan namun pasti memulai sodokannya. kali ini jauh lebih nikmat dari yg tadi. berkali-kali lipat lebih enak.
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
“lemesin aja shaay”, ujar papahku.
“iya ahhh oohhh paahh oohh ohh”, desahku. badanku bergetar hebat karena sodokan yg kencang ini. bahkan kasur kami turut mengeluarkan suara karena kasur bertabrakan dengan tembok. serta suara per kasur yg terus menerus berbunyi, kamar kami bagaikan alunan musik, lengkap dengan aku sebagai penyanyinya. penyanyi yg memiliki ritme yg selalu sama, sehingga akan sangat enak didengar ditelinga, bahkan suara ini bisa membangkitkan libido, walau hanya mendengarkannya saja.

papah sambil meremas payudaraku dan wajahnya meringis keenakan, begitupula denganku, terus mendesah tiada henti. sodokan dengan tempo kencang ternyata membuat aku semakin melayang, memek semakin basah dan badan terasa mulai bergetar. sodokan yg cepat dengan tempo teratur plus kobelan jari di klitorisku cepat mengantarkan orgasme kearahku. ya aku merasakan akan orgasme perdana dalam hidupku bersama seorang pria. aku gak bisa menunggu lebih lama. aku memejamkan mata berkonsentrasi menjemput orgasme.
“ahhh terus papah ahhh iya disitu terus papahh”, desahku pada papah. aku memegang pergelangan papah yg tangannya sedang berada di payudaraku. aku meremasnya, dia tau kalau aku akan segera orgasme. maka sodokannya semakin kencang.
“aahhh papah aaahhh Risaaa ahhh mau deket ahhh”, ujarku.
“keluarin semua sayangg, pas orgasme dinikmati jangan dilawan, dikeluarin semua, mendesahlah dengan kencang sayangg”, perintah papahku.
“AWWWHWHHHH OOOHHHH YESSSHHH AHHH PAPAAAAAHH AHHHH ENAK PAPAAH”, desahku kencang sekali, aku tak peduli didengar oleh tetangga apartment. badanku mengejang keenakan, bergetar dan terus bergerak seperti seolah memiliki pemikiran sendiri, memekku terasa hangat sekali.
namun papah tetap nyodok memekku dengan perlahan.
“papaaahh please stop duluuuu ahhhhhh”, mintaku. dan papah hanya tersenyum bahagia melihat anaknya orgasme.

rasanya? tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata. orgasme memang enak kalau dilakukan dengan lelaki.
“papah enaaaakkk”, ujarku manja. lantas papah mencabut penisnya dan berjalan kearah meja mengambil sebotol air dan ia minumnya, lalu diberikan padaku.
“haha iya dong, kamu tadi keenakan banget haha”, ujarnya sambil tertawa puas.
“aaakkk maluuuu”, balasku.
“capek sayang?”, tanyanya.
“iya nih, pegal semua..”, balasku singkat dan papah Andri duduk diujung kasur sambil memainkan HPnya yg dia ambil saat mengambil air tadi.
“ehmmm terus ini gantian Risa yg buat papah puas?”, tanyaku karena aku tak tau harus ngapain.
“hahaha emang kamu bisa, kan tujuanku kesini untuk membuatmu puas Risa haha”, balas papah Andri.
“aaahh masa hanya aku hehe..ayo papah, kentotin Risa sampai papah puas, atau ajarin Risa indahnya seks”, kataku sambil memeluknya dari belakang, sambil mengintip dia sedang membalas pesan siapa. apakah istrinya..

lalu papah Andri kembali menaruh HPnya ke tempat semula.
“Risa..mau papah tunjukin orgasme enak yg membuatmu ketagihan?”, tanya papah, dan aku membalasnya dengan anggukan dan senyuman manisku. lantas dia memposisikanku terbaring dikasur, dia juga memintaku untuk membuka kedua kakiku. lantas dia dengan serius dan menatapku tajam, memasukkan kedua jarinya kedalam memekku, aku hanya berpikir, “memekku akan diapakan lagi ini”, lantas beberapa detik kemudian, aku hanya merasakan kenikmatan lagi.
CLUG CLUG CLUG CLUG
CLUG CLUG CLUG CLUG
CLUG CLUG CLUG CLUG
CLUG CLUG CLUG CLUG
papah Andri menstimuli bagian atap dari dinding vaginaku, rasanya aneh tapi enak dan nagih. aku hanya terpejam sambil mendesah terus menerus tiada henti, kedua tanganku memainkan payudaraku sendiri.
“ahhh paaaahh Risa diapain lagi ini rasanya seperti ini”, ujarku dalam desah.
“dienakin dan dirasain aja sayang, enak banget kan?”, balasnya sambil menatapku.
aku membalasnya dengan anggukan, papah terus memainkan atap vaginaku, aku berusaha melemaskan dan konsentrasi, apakah yg akan aku dapatkan.
biasanya aku hanya memainkan luar vaginaku, belum pernah memasukkan jariku sendiri kedalamnya. namun ini rasanya membuat badan lemas, ngilu tapi enak sekali.
papah dengan semangat melakukan itu tiada henti, aku pun tak protes, siapatau aku menemukan suatu kenikmatan. namun setelah hampir sekian menit aku memasrahkan diri, aku merasakan sesuatu di dalam vaginaku, rasanya aneh tak pernah terjadi sebelumnya, yaitu keinginan untuk pipis.
“paaaah, Risa aaahhh kok aahhh mau pipis yaahhh oohhh”, desahku, namun papah Andri bukannya berhenti namun semakin cepat.
“gapapa sayang, dikeluarin aja disini gapapa”, ujarnya sambil menahan badanku yg berkeinginan untuk bangkit.
“egghhmm paahhh”, balasku, namun kobelan ini semakin enak dan semakin nagih, papah semakin kencang, tangannya mungkin aja sudah mati rasa.
“ooohhh paaahhhh paaaahhh aaahhhhh Risaaaa ahhh mau pipiss paaahhh”, desahku yg tak tau apa yg terjadi pada tubuhku.
kobelan papah semakin kencang..
“PAAAAAHHH PAPAAAAAAHHH OOOHHHHH AAAHHHH OOOHHHHH”, desahku kencang sekali diiringi dengan cairan keluar dari memekku, “CRUUUUUT CRUUUT CRUUUT”, dibarengi dengan getaran yg mengejang pada tubuhku, ya aku seperti orang (maaf) ayan. tubuhku bergetar sendiri, mataku seperti meminta terpejam namun ingin terbuka, kakiku seperti mati rasa namun bergetar hebat, badanku sudah bergerak-gerak sendiri.
papah Andri hanya memandangiku serta memeluk badanku yg sedang terjadi getaran itu, aku tak tau apa yg terjadi.
“paaahhh, aku tadi kenapa?”, tanyaku bingung.
“kamu orgasme squirt sayang, orgasme dibarengi dengan keluarnya cairan, enak kan?”, tanyanya. lantas aku melihat kasur kami, ya basah sekali seperti ada ember tumpah.
“aaaaahhhhhhhhhhhhh”, balasku kembali sambil menutupi wajahku dengan bantal karena begitu mudahnya aku mendapat orgasme.

lagi-lagi, dia menawarkan airminum padaku. saat ia berjalan-jalan didalam kamar, penisnya menggantung besar, namun tidak tegang maksimal, namun aku yakin kalaupun tak tegang maksimal, ia tetap bisa menyetubuhiku dengan mudah. setelah aku cukup untuk beristirahat, dia kembali memdatangi panggung utama kami.

“Risa, sini nungging sini sayang”, ujarnya dengan yakin, lantas aku memposisikan diri seperti yg dia instruksikan, bertumpu pada tulut, dia lebarkan kakiku dan disuru condong bagian dadaku sehingga pantatku terangkat.
aku merasakan benda tumpul itu kembali akan masuk ke dalam memekku, rasanya tak lagi sakit, namun enak.
“EEERRRGGGGHHHMMMM”, desahku dengan mengigit bibirku sendiri.
lantas beberapa saat kemudian badanku terdorong maju dan mundur karena sodokan penisnya, rasanya sudah menjadi sangat enak sekali.
“ssshh ahhh paah aaaahhh ooohh ahhhh”.
“eeghhmmm ahhhh oooggghh ahhh ahhh”.
“ohhhhmyy aoooohhh ooohhh ahhh ohhhhh”.
desahku mengisi ruangan ini.
“aaahhh memekmu aahhh sempit benget Risa”, ujarnya sambil meremat-remat pantatku yg lebar.
“aaahh iyaaa paaah, kontol papah juga gede banget ahh, ayo pah sodokin Risa sampe keluar spermanya”, mintaku.
“iya sayanggg sampe keluar yahh”, balasnya.
papah memompa memekku dengan tanpa ampun, namun saat sedang menikmati momen ini, aku merasakan ada hal aneh yg masuk ke dalam tubuhku pada bagian lain.
“aaahhhh paaahhh, ooohhhh enaaaaak paaahhh”, desahku saat merasakan benda asing lain memasuki badanku melalui lubang pantatku.
“enaaak kah sayang?”, tanyanya memastikan.
“heeem enak”, balasku singkat.
lalu yg aku ketahui adalah papah memasukkan jempol kirinya ke dalam anusku, aku hanya memejamkan mata sambil kenikmati momen ini. papah Andri sungguh mengajarkan nikmatnya bercinta, itulah kenapa kedua orangtuaku selalu berhubungan layaknya pengantin baru tiap malam.
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
papah Andri semakin kencang sodokannya, aku sama sekali tak merasakan sakit yg berlebih, hanyalah nikmat dan enak.
“aku mau keluar Risaaa”, desahnya mulai berat, namun aku bingung harus bagaimana, katanya temenku kalau berhubungan dan sperma cowok dikeluarin di dalam memek bisa mengakibatkan kehamilan.
“mau keluarin dimana paah ahh aooohh ahh”, tanyaku dengan susah payah sambil mendesah.
“aaaaaooohhhhh ooohhh sini sayang sini”, ujarnya dengan sangat berat, papah mencabut penisnya dari dalam badanku, lalu menarik pundakku ke arahnya, akupun menurutinya, ternyata ia mengarahkan penisnya tepat pada wajahku.
“buka mulutmu, ini di sepong”, ujarnya sambil ia terus menahan diri.
lalu aku memasukkam penisnya hanya pada bagian ujungnya, dan papah mengocok penisnya sendiri dengan tempo lumayan kencang.
“ARRRGHHHH OOOHHHH ARRRGGHHH OOOOHHHH AAHHH”, desahan yg sangat berat dan kencang. otot papah terlihat menampakkan diri.
CROOOT CROOOT CROOOOT CROOOT CROOT- aku merasakan ada cairan yg keluar dari penisnya, menyebar rata ke dalam mulutku, pertama kali aku melakukan ini.
“ditelan gapapa sayang”, ujarnya singkat, akupun bingung, masa sperma aku telan, kental, berbau aneh dan asin ini masa aku telan, tapi rasa horny ini membuat aku mengiyakan apapun yg diminta papah, aku telanlah sperma itu. sperma papah Andri adalah sperma perdana yg memasuki tubuhku. aku menatap dia dan tersenyum, setelah mulutku bersih.

papah Andri membalas senyumanku, menarik daguku dan mencium bibirku. kasur ini sudah sangat berantakan dan berbentuk lagi. sprei lepas kemana-mana, bantal dan selimut berserakan lantai.
“aaaahhhh i love sex now”, ujarku dalam hati sambil melihat pasangan seksku dan aku telanjang. kamipun menyempatkan bersih-bersih sejenak dan merapikan kasur kami.

kami lantas tidur, sambil berpelukan dan telanjang bulat.

*

keesokan harinya setelah sarapan dan mandi. kami duduk di sofa sambil nonton acara tv, kadang kami saling mencuri ciuman singkat. kami berdua mengenakan pakaian lengkap namun mini, aku hanya menggunakan celana dalam dan tanktop.
“ehmm siapa pria kedua yg ingin kamu tiduri? calon pacar atau siapa?”, ujar papah memecah keheningan.
“haha apaan sih paah pertanyaannya gitu amat haha”, balasku protes.
“ya kan melepas perawanan kalo gak buat ngeseks ya kan rugi di kamu dong”, balasnya yg membuatku berpikir.
“ehmmm mungkin papahku sih hihi kalau ada kesempatan dan diijinin mamah”, balasku sambil sok genit.
“hmmm emang selama ini pernah mencoba godain papahmu?”, tanyanya kembali.
“hmmm pernah sih, pada waktu itu papah dirumah dan mamah lagi arisan, terus aku dirumah hanya pakai hotpants dan atasan mini gitu, nonton tv nempel-nempel papah, tapi ya hanya sebatas itu karena selain aku masih perawan dan belum berani juga. tapi aku dan adikku sering ngobrolin papah, malah adikku bilang kalau papah itu pantesnya buat kita, eh malah sama mamah”, ceritaku kondisi dirumah.
“hmmm pasti susah tuh nahan nafsu kalau digodain gitu”, ujarnya.
“oh iya?”, tanyaku.
“iyalah haha”, balas papah Andri.

tadi malam aku disetubuhi papah Andri hingga aku orgasme entah berapa kali dan aku juga diajarkan beberapa posisi seks yg bisa mengantarkanku menuju puncak kenikmatan yg haqiqi. penis papah Andri yg besar dan tebal sukses mengobok-obok lubang vaginaku yg masih rapet dan mini ini, aku gak tau aku akan diapakan lagi oleh dirinya, aku hanya pasrah dan menyerahkan tubuhku ikhlas padanya.

“oh iya Risa, kamu kok bisa kenal Shelly? jangan-jangan ini kamu di pengaruhui dia hingga akhirnya mau melakukan seperti ini?”, tanya papah.
“oh haha engga kok, ini keputusanku sendiri, hmmm tante Shelly itu sahabat mamah gitu kalau di Jakarta, mereka sering main bareng, dan mamah cerita kalau tante Shelly sering njodohin cewek ABG kepada rekan kerjanya, terus yauda deh, aku diem-diem kontak tante Shelly untuk merencanakan ini, sebelum sepakat dengan papah Andri, tante Shelly juga ngirimin foto temen-temennya dan akhirnya sama papah Andri deh Risa pilihnya”, terangku pada pria yg merawaniku ini.

(POV ANDRI)

“hmmm baiklah”, balasku setelah mendengar penjelasan Risa.
aku berjalan-jalan mengitari ruangan kamar ini, sesekali melihat kondisi luar dari jendela. Risa hanya duduk diatas kasur sambil memandangi TV, mengenakan pakaian apa adanya. bagi seorang pria dewasa, diberi pilihan untuk mencicipi daun muda pasti tak akan disia-siakan, walau rumah tangga bisa menjadi taruhannya.
aku melihat dalam tas yg aku bawa, dan aha! menemukan 3 bungkus kondom. melihat bungkusan kondom, pikiran bejatku kembali merajai diriku.
“hmmm ada kondom dan cewek, kenapa gak sekalian aku perawani pantatnya”, ujarku dalam hati.

“Risa, kamu tadi sudah buang air besar?”, tanyaku yg membuat Risa bingung.
“hmm sudah pah, tiap pagi kok Risa, kenapa?”, balasnya sambil kebingungan kenapa aku menanyakan hal yg semestinya tidak ditanyakan.
“gapapa…”, balasku singkat.
terkadang aku juga bingung, kenapa sekarang aku sangat bernafsu walau hanya melihat wanita, apalagi menghadapi kenyataan bahwa sebentar lagi kutak ada wanita yg akan menjadi selingan. kekecewaanku aku tutup sangat rapat sehingga hanya aku yg mengetahui, istriku jangan sampai tau.

“hmm kamu seks lagi gak?”, tanyaku sambil mengumbar senyum, dan Risa membalasnya dengan anggukan pelan namun yakin.
lantas aku berjalan kearah dirinya. Risa sangat cepat belajar, dia langsung meraih celanaku, dan ia turunkannya, sehingga penisku mengantung bebas siap untuk menjadi keras. Risa melingkarkan tangannya pada penisku, dan mengurutnya pelan dan pelan. badannya maju kedepan untuk mulai memasukkan penisnya pada mulutnya.
aku membelai kepala dan rambutnya. lidah, mulut dan tangan bersingkronisasi untuk memberikan kuluman yg super enak untuk anak yg belum pernah pegang penis sebelumnya.
“ohhh ini enak sekali Risa”, desahku.
saat aku puji, dia semakin kencang kulumannya yg membuat aku semakin ngilu dan keenakan.
“sshhh auuuhhhh ooohhh hmmmm Risaa ahhhh enak ahhh”, desahku.
dia memejamkam matanya saat mengulum penisku, ia lakukan dengan sangat penuh penghayatan yg membuat kulumannya semakin enak. walau jika kubandingkan dengan Dinda, level sepongan Risa masih jauh dan perlu banyak penis untuk dia bisa menguasai seni dari mengulum penis.
“ahhh Risa udah sayang, lama-lama aku bisa keluar ini haha”, ujarku dengan menarik kepala Risa menjauh dari penisku.

“haha enak yah pah, sampai keringetan dan sayu gitu wajahnya”, balasnya, “mau posisi gimana pah?”, tanyanya polos dan bingung.
“doggy yah, dari belakang, tapi dilepas semua aja dulu”, balasku sambil memerintahkan Risa memutar badannya sesuai keinginanku. pantatnya masih mulus sekali, gairahku bangkit saat melihat dirinya sedang menungging didepanku.
aku meludahi anusnya sambil sibuk memasangkan kondom pada penisku.
“sshhh geli paah ludahnya kena pantat”, ujarnya sambil kadang menengok kebelakang.
penisku sudah tegak sempurna, kuberi pelicin tambahan dengan ludah pada penisku. aku gesek-gesekkan penisku pada kemaluannya dan aku naik-naikkan hingga menyentuh lubang pantatnya. melihat lubang memeknya yg tipis dan kecil terkadang kasihan harus menerima penisku yg gede ini.
“sshh awwhh paaahh awwhhh”, desahnya. lalu didepan lubang pantatnya, aku mulai menekan perlahan.
“awwhh paaaah, itu bukan salah lubang, itu pantat lho”, protesnya sambil menenggok kearahku dan ia mencondongkan badannya kedepan yg artinya dia menolak.
“iya bener Risa, gapapa masuk pantat, nanti bakal enak banget”, balasku.
“eegghhmmm sakit gaak?”, tanyanya lagi seperti tidak yakin.
“ya awalan doang macem kemarin, ya gapapa yah”, balasku kembali, dia lantas seperti berpikir keras.
“ehmm nanti kalau sakit jangan dipaksa ya Risanya”, ujarnya dengan lembut dan nampak pasrah.
“iyaa bilang ya kalau sakit”, balasku sambil menciumi punggungnya.
“iya pah”, balasnya singkat.

kembali pada tujuan utama, kepala penisku nampak sangat besar dibanding dengan lubang anusnya, bahkan aku sendiri tak yakin bisa masuk, namun melihat pengalaman anal seks-ku dengan istriku dan teman-temannya, memang nampaknya kecil, tapi bisa saja tetap masuk dengan dorongan yg sedikit keras.
“AWWWWWHHHHHH”, desah Risa saat kepala penisku berusaha mencari jalan masuk ke dalam badannya. kepalaku sedikit kesusahan masuk, malah penisku membengkong karena susahnya menembus pintu anusnya.
aku tarik kembali, dan berusaha mengulanginya.
“aeeerrghhnmmmmmm ahhhhhhhhh aduuuhhhhhh”, teriaknya sambil mengigit bantal.
lagi-lagi masih mengalami hal yg sama, penisku enggan masuk.
“Risa, dipasrahin aja, jangan seperti ngeden, dilepasin aja”, ujarku.
“udaah papaaah”, balasnya, “nampaknya susah deh”, lanjutnya.
“sekali lagi yah”, mintaku.
lantas aku mendorongnya lebih kencang, kepala penisku bisa mulai membuka pintu anusnya, namun hanya sebatas ujungnya saja, dengan perlahan dan berharap penisku tetep kencang, aku mendorongnya lagi.
“ahhh aduuuhh sakiiiit paaahhh ahhhhh”, teriaknya.
“udah bisa masuk dikit sayanggg sabar yaaa”, balasku sambil menahan nafas.
“pelan paah pelaaan”, desahnya kembali.
lantas aku mendorongnya lagi, ada sedikit kemajuan, beberapa senti penisku sudah bisa memasuki, namun masih separuh dari kepala kontolku. aku menarik pinggul Risa kearahku, Risa menjerit dengan cukup keras namun terinsulasi pada bantal.
akhirnya setelah beberapa percobaan, kepala penisku bisa masuk seutuhnya pada pantat Risa.
“AWWWHHH ADUUHHH PAAHH hossh hooshh hooshh hoossh”, teriak Risa dibarengi dengan suara nafas yg memburu. sedangkan aku memandangi lubang anus itu membuka dengan paksa untuk memperijinkan aku masuk ke dalam tubuhnya.

“gimana mau dilanjut atau…”, tanyaku karena melihat Risa seperti kesakitan akibat ini.
“ahhhh papaah, udah terlanjur gak perawan yah pantatku, hmmm dilanjut aja pah gapapa, sampai orgasme yah pah..”, ujarnya dengan mulai genit seperti sediakala.
“hmmm maaf Risa, iya akan buat papah orgasme yah”, balasku sambil membelai rambut dan menciumi lehernya.
“paahh, aku pengen sambil berdiri bisa yah”, mintanya.
“iya bisa Risa, didepan kaca aja ya yukk”, balasku.
lalu dengan perlahan, tanpa mencabut penis dan sambil bercanda tawa kami berusaha berubah posisi untuk seks sambil berdiri, badan Risa yg bongsor ini membuat gairahku menggebu-gebu, tipe badannya seperti Shelly. namun teman barter Bella badannya ramping dan bagus semua, jadi terkadang seks dengan wanita berbadan sedikit sintal menjadikan gairahku meledak.
“tanganmu sini bersender di tembok, terus kedua kakimu dilebarin dikit, biar pas sama tinggi selangkanganku”, perintahku.
“hihi rempong yah”, balas Risa dengan genit.
“kamu juga pengin yg aneh-aneh”, balasku dengan sambil meremat susunya.
“ahhhhh diremet gitu enak paah, hihi iyaa karena dulu waktu aku ngintip papah sama mamah ML di ruang tengah posisinya gini ini, tapi badan mamah tegak dan papah meluk mamah, seksi banget deh pokoknya”, terangnya yg lalu aku mempratekkan pada dirinya, namun konsekuensinya penisku semakin masuk kedalam badannya.
“aaaaaahhh penisnya semakin masuk, iyaaa ahhh gini paahh aahhh aku horny banget ahhh bayangin kalau yg giniin aku adalah papahku oohhh papah, anak tirimu pengin kamu puasin papaah”, desahnya gak jelas, aku dengan perlahan mulai mengerakkan pinggulku untuk memasukkan penisku lebih dalam.
Risa terlihat terpejam menikmati seks kali ini, rasanya anusnya sangat sempit sehingga benar-benar memijat batang kontolku dengan sempurna, ayunan pantatnya membuatku juga melayang indah hingga ubun-ubun.

aku tak berani menggoyangnya begitu kencang layaknya aku dengan Bella, aku memainkan posisi pelan namun nyodok hingga dalam dan menariknya hingga ujung. ia mendesah tiada henti, terkadang melihat wajahnya sendiri yg sedang keenakan di depan kaca. aku terpesona dengan cantiknya, seharusnya dia layak mendapatkan pria yg ganteng dan bisa menjaga dia, namun apadaya ketika akal sehat dia sedang diselimuti oleh nafsu karena melihat papahnya dirumah. maka terbukalah memeknya untuk disetubuhi oleh pria yg bisa mewakili figur papahnya. sungguh ironi.
“awwh papah oohh enak sekali paah aaahh”, desahnya.
“lemesin aja ya sayang”, balasku. karena dengan pasrah dan fokus, wanita dapat mendapatkan orgasme yg ia inginkan.
aku melakukan adegan anal seks dengan passionate dan penuh kasih sayang, layaknya pada film bokep “Tushy”, para pembaca harus melihat cara mereka melakukan anal seks, sungguh mengagumkan.
menarik penis hingga ujung dan memasukkan hingga dalam, tangan kananku meraih memeknya untuk menstimuli nafsu Risa agar lebih menggelora dan liar.
“aahh paaaah Risa aaahh enak semua ahhh”, terus mendesah dari tadi.
hingga akhirnya dia meminta untuk diperkencang sodokannya, mungkin ia sudah terbiasa dengan penisku dan meminta untuk lebih cepat lagi.
PLOG PLOG PLOG PLOG
PLOG PLOG PLOG PLOG
PLOG PLOG PLOG PLOG
PLOG PLOG PLOG PLOG
tubuh Risa seperti semakin melemas dan mendesah semakin kencang, nampaknya orgasme semakin dekat. apakah orgasme anal?
“gimana rasanya sayang?”, ujarku dengan terus ngobelin memeknya.
“ahh pantatku enak banget pah”, balasnya.
lalu beberapa saat, meledaklah seorang Risa.
“AWWWWWWHHH YESSHH AHHHH OOHHH AWHHH AAHHH”, desahnya sangat kencang diiringi dengan getaran tubuh yg hebat dan terus mendesah hingga suaranya tak lagi keluar, kakinya jinjit menandakan kakinya sudah tak mampu menopang tubuhnya karena super enak. dan itu tugasku untuk memegangi tubuhnya agar tak jatuh.
“paahh udah paaahh”, mintanya dengan memelas, lalu aku mencabut penisku dan menyaksikan keributan apa yg telah aku lakukan dengan Risa. tanpa berkata apa-apa, Risa langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur nampaknya ia sangat lemas sekali.

aku melepas kondomku, penisku masih sangat tegak, lalu dengan cepat aku mengocok penisku sendiri sambil bersiap untuk menumpahkan seluruh pejuh yg ada di dalam buah zakarku kearah tubuh Risa yg sedang terbaring.
“AWWHHH OOHHH AWHHHHH”, desah panjangku saat orgasme diirigi dengan cairan pejuh yg sengaja aku tumpahkan pada dada Risa yg besar itu.
“maap papah, aku lemes banget”, saat semua pejuhku sudah keluar. aku hanya membalasnya dengan senyum. lalu aku terbaring disebelahnya.

apakah aku marah karena Risa tak membuatku orgasme? Tidak. seperti yg dijelaskan di awal, JobDesc-ku adalah mengambil perawan Risa dan membuat ia puas. aku bagaikan seorang pria yg haus seks. keran seks-ku seolah dibuka sendiri oleh istriku, dan ia tak tau cara menutupnya. kalau ia tak menjerumuskanku pada acara barter, pasti aku tak memiliki keberanian untuk berselingkuh. but, sekarang sudah seperti ketagihan. seks seperti narkoba, kamu harus tau kapan berhenti. tapi nampaknya aku belum ingin berhenti.

bye Risa, terimakasih atas keperawanannya, semoga kita gak bertemu lagi.

-BERSAMBUNG-

 

Daftar Part