Whole Family Interlude Part 33

0
2271

Whole Family Interlude Part 33

TEORI DAUN SIRSAK

(POV SHELLY)

setelah mendapatkan orgasme yg mega-dashyat, Dinda meninggalkan mas Andri di kasur, dengan posisi penis masih tegang bersamaku yg daritadi menyaksikan mempompa anak buahku tanpa ampun. karena aku juga sudah sangat horny, aku hanya diam saja saat dia meraih daguku dan menciumnya “smoocchhhhhh”.
“ahh aku gak sabar untuk bercinta denganmu Andri, vaginaku akan kamu obok-obok dengan penis perkasamu”, ujarku genit sambil terus menciumi bibir dan leherku. badanku bahkan terasa bergetar membayangkan apa yg akan aku lakukan. Dinda sudah bermain air di kolam renang menggunakan bikininya, terkadang mencuri pandang apa yg kami lakukan.

memekku sudah terasa basah, aku berbaring dipunggungku, Andri berada diatasku terus mengulum bibirku dengan ganas, leherku turut ia serang yg membuat badanku semakin menegang. ciuman dia dari kepala menuruni ke leher, dada, perut dan akhirnya kedua tangannya mencapai hotpantsku. aku memejamkan mata mempersiapkan menerima apa yg akan dia perlakukan padaku.
“Shelly, ahhh kamu semok banget, gak nyangka kamu ternyata sesemok ini, kalau pakai pakaian kantor gak kelihatan”, ujarnya sambil menciumi perutku. lalu perlahan dia menarik celanaku langsung beserta celana dalamku, akhirnya terasa celanaku sudah terlepas semua.
“smoocchh smoocchh smoocchh”, Andri menciumi memekku layaknya dia menciumi bibirku tadi. semburan nafasnya mengugah rasa untuk segera bercinta. memekku layaknya khas binor yg sudah melahirkan dua anak, bentuknya pun sudah tak seperti milik Dinda yg masih rapet, bibir vaginaku juga sudah tak serapi milik Dinda, namun aku berani jamin, badan dan rahimku membuat cowok ABG pun ngaceng melihatku.

Andri berada dibawah sana memainkan lidahnya, menjilati memekku layaknya eskrim. aku hanya bisa memejamkan mata dan mendesah.
“awwoouuhhh awwhhh awooouuhhh awwwwgghhhh tau gitu aku tidur sinia whhhhawhh”, desahku yg tadi malam bermasturbasi sendiri dikamar tak ada pasangan main.
“eeerrgghhhmmm awehhhhehh awwuu yessshhh awwwrrghhh”, desahku tiada henti.
“mamah ih keenaken banget, ndesahnya kenceng amat ahha”, ujar Dinda dari teras hotel.
“awwhh mamah kan jarang ginian sayangg awwhh awoohhh”, balasku.
jilatan mas Andri sungguh sensual, pelan, basah dan lembut. entah berapa lama aku bisa bertahan. dia seperti tau bener, bagian memek mana yg bisa membuat cewek melayang keangkasa. aku menyaksikan sendiri bagaimana tadi dia menggauli Dinda hingga dia menyerah dan orgasme squirt banjir. aku merebahkan diriku selebar mungkin, berusaha menahan geli serangan Andri pada memekku. tapi apadaya, hanya desahan dan desakan untuk segera orgasme yg selalu menyerang tubuhku.
“awwwwhhh Andri awwwuuhhhhhh awhhhhh”
“awuuuhhhh awuuuhhhhh awooohhhh”
“haha kalau kamu udah gak kuat, udahan aja yah, gantian ke Dinda”, canda Andri sambil menatapku dengan tawa.
“uuhh uhhh jangan, sampai lemes pun aku layani kamu haha”, balasku. ternyata dia sungguh humoris juga pada saat keenakan begini. ini entah emang dia terbiasa main serong, atau emang karena horny terus yauda sekalian gilanya, toh juga udah basah dan kapan lagi menikmati dua tipe cewek berbeda dalam waktu sekaligus. paling ini hanya one-life-time opportunity bagi dia. dan juga bagiku, bermain threesome ternyata sungguh bergelora dalam gairah. fantasi seks memang sungguh luar biasa rasanya.
dia kembali membenamkam wajahnya pada memekku, padahal wajah dia hingga merah akibat kekurangan oksigen mungkin karena jepitan pahaku. kali ini jarinya juga turut bermain, memekku bagaikan gitar baginya, ia petik dan raba.

akhirnya kedua jari dia memasuki lubang rahimku, rasanya sungguh benar-benar seperti dikentot namun jangkauan rabaannya lebih kemana-mana. jemarinya menstimuli bagian atas dari dinding vaginaku, entah apa yg dia lakukan namun ini sungguh luar biasa enak.
“awwwuuhh Andri enak banget sih, aku belum pernah beginian ahhh”, desahku. sedangkan dia hanya fokus pada memainkan kobel vaginaku mungkin hingga super basah.
sesekali dia menjilat cairan vaginaku yg keluar dari memekku. aku belum pernah bercinta dengan pria yg sungguh totalitas seperti ini. aku sudah beberapa kali main serong namun kebanyakan hanya fokus pada bersenggama, jarang pria yg doyan main foreplay cukup lama dengan pasangan serongnya. totalitas ini mungkin dia juga sudah super horny beberapa kali aku melihat penisnya menggantung keras.
“aaauuuhhh Andri ooohhhhh enak oohhh”, desahku terus menerus tiada henti. butir-butir keringat keluar dari tubuhku, udara dari teras yg terbuka lebar sudah tidak mampu membuat badan chubby ku dingin. Dinda berenang dan terkadang tersenyum melihat mamahnya sedang keenakan oleh pria. pria yg seharusnya ngentotin Dinda, namun justru ngentotin mamahnya hingga keduanya mandi keringat.
CLUG CLUG CLUG CLUG
CLUG CLUG CLUG CLUG
CLUG CLUG CLUG CLUG
kobelan Andri semakin kencang, nampaknya dia mengejar sesuatu yg sama sekali aku belum pernah rasakan. namun sedikit demi sedikit aku merasakan keanehan pada tubuhku, diantaranya kaki semakin lemas, mata hanya ingin merem melek, otot mengencang, seluruh tubuh bergetar.
“awwwhhh Andri awhhhh badanku awhhh terus awwhh awhhh”
lantas aku merasakan sesuatu yg luar biasa terjadi, badanku bergetar hebat layaknya gempa bumi. Dinda entah kapan ia sudah berada di sebelahku, memegang HPnya, merekam adegan kobelan ini, aku sudah tak sempat protes, tenagaku habis untuk mendesah.
“AWWWWHHH AWOOOHHHH AWWUUUHHH AWHHHHHH”, desahku hebat diiringi rasa ingin pipis yg luar biasa, namun Andri terus kobelin semakin cepat, aku sedikit bangkit untuk melihat yg dia lakukan.
CRUUT CRUUUT CRUUT CRUUUUT – cairan bening keluar dari memekku, mengenai dada Andri, diiringi kakiku yg terus bergetar, serta desahan yg tak lagi keluar suaranya. aku belum pernah merasakan seperti ini.
“awwwhhh mygad awwwwhhhh udah mas awwhhh aooh hahaha”, desahku sambil tertawa menyadari apa yg terjadi padaku. Andri lalu mencabut jarinya dari memekku yg super basah, menunjukkan jarinya yg tadi untuk ngobelin kewanitaanku, beberapa tetes cairan terjatuh ke sprei, dia sungguh bahagia melakukan hubungan fantasi ini, lalu dia mendekatkan wajahnya padaku dan mencium bibirku yg masih lemes keenakan.
“Dinda, jangan di video”, protesku.
“haha tadi malem aku di gituin sampai 3x mah haha”, ujarnya.
“enak yah, ladies haha”, tanya Andri.
“joss manteb bet haha”, balasku.

lalu saat aku masih berbaring, Andri mendekat dan menyodorkan penisnya yg tegang super kencang pada mulutku. tanpa pikir panjang, aku langsung mengulumnya.
“eeegghhmm egghhmmm eeeerrggghhhmmm owwwhh”
penis jumbo ini terpaksa harus dibantu oleh kedua tanganku, karena seponganku hanya mampu masuk separuh dari total panjang kontol. Andri berdiri di ujung kasur dengan kadang mengerang keenakan, Dinda memeluk dirinya dari belakang, terkadang Dinda dan Andri saling berciuman, bercumbu. Andri juga lalu melepas semua bikini yg tertempel di badan Dinda.
walau berbadan ramping, payudaranya menurutku juga lumayan besar, pahanya indah dan memeknya bagaikan perawan.
“smoocchh smoocchhh smooccchhh smoocchh”, suara mereka berdua cipokan, saling raba.
“ahh Shell, ayok Shell, aku udah gak tahan”, ujar Andri. lalu Dinda sedikit minggir dan mempersilahkan aku dan Andri untuk ngentot.

Andri memposisikan diriku untuk nungging, memang orang chubby cocoknya dilihat dari belakang, karena bongkahan pantatnya yg besar sehingga sungguh indah dilihat dari belakang.
“AWWWWWWWHHHHHHHHHHH”, desah panjangku saat penisnya masuk ke dalam badanku. Dinda berada di depan wajahku, membawa HPku untuk mengabadikan momen ini. jelas setelah itu aku harus delete semua photo itu karena aku tak ingin adegan seksku tersebar ke khalayak umum, dan gawat jika hingga masuk forum semprot.
“Shelly, sampe aku keluar yah”, ujar Andri yg sedang menyodok memekku, namun hanya bisa masuk 3/4 nya.
“Dinda, kamu gak pengin lagi?”, tanyaku sambil sedikit mendesah, yg jelas hanya basa-basi karena aku tak ingin sensasi ini segera berakhir.
“hehe enggak, mamah aja, aku udah lelah kemarin hehe”, balas Dinda.
PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK
Andri ngentotin diriku pada kecepatan yg cukup tinggi, sehingga badanku tergetar maju dan mundur, suara paha dan pantatku bertabrakan membuat ruangan kamar hotelnya ramai. Dinda mendekati Andri untuk minta cumbuan. aku baru pertama kali melakukan threesome dengan anakbuahku, dan kuakui sangat seru sekali. tapi pemain utama juga harus seru, kebetulan mas Andri orangnya kuat ngeseks jadinya tambah asyik.
“Shell, hossh hossh hossh, vaginamu peret banget sih hoaah, rasanya kontolku dipijit-pijit terus, bisa-bisa aku segera meledak haha”, ujarnya saat dia jeda mengambil nafas.
“yaah, sama punyaku sayang peretan mana?”, tanya Dinda.
“sama, tapi punya Shelly ada pijitannya haha, kamu juga kenceng”, balasnya.
“Dind, kamu pakai empot ayam, ntar memekmu jadi peret, kenceng dan seperti mijat-mijat haha, jaminan pasanganmu langsung meledak”, terangku pada newbie.
“owalah, pantesan, kemarin sayangku bisa lama banget, masa sama mamah langsung pengin ngecrot, kan gak adil haha”, ujarnya manja sambil memeluk Andri.
lalu Andri kembali pada ritme sedangnya ngentotin aku.
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
“ssshhh awhh Shell awwhhh owwwhh awehhh”
“seehhhmmm seerhrhhhhmmm sooerrghhhhh”
Andri nampaknya sungguh keenakan dengan rahimku, bahkan dia mencengram dan menapuk kencang pantatku yg penuh dengan lemak ini. Dinda menyaksikan kami berdua dengan masih telanjang bulat. dengan posisi yg sama, kami melakukan hampir 10 menit. pinggulku dan lututku rasanya sangat capek dan lelah.
“sshhh aarrghhhh keluarin mana sshhhh asshhh”, tanya Andri. tak mungkin aku bisa menerima semburan pejuh di dalam rahimku.
“wajah aja Ndri…”, mintaku. lalu Andri melepas penisnya dari rahimku. Dinda dengan sigap memberikan HPnya padanya, lalu dia juga turut ikut dalam menerima semburan cairan hinanya.
dia mengocok penisnya, wajahku dan Dinda dibawah penisnya, wajah Andri sungguh sange keenakan, mungkin dia akan orgasme.
“oooooohhhhhh aaaaaaarrrghhhhh ooohhhh yaaaahhh oooohhhhhhhh”. “CROOT CROOT CROOPT CROOOT”, desah panjangnya diiringi dengan semburan cairan hina yg mengenai wajahku dan Dinda, HPku terus merekam adegan itu.

aku tersenyum melihat Andri puas. Dinda juga turut tersenyum lebar bahkan dia menjilati pejuh yg berada pada bibirnya. aku kembali memasukkan penisnya yg perlahan hilang keperkasaannya ke dalam mulutku, membersihkan sisa pejuh yg masih tertempel pada penisnya.

threesome sungguh indah. entah berapa lama kami tadi beradegan seks. Andri lalu duduk di sofa dalam kamar dengan wajah capek, lelah namun nampaknya bahagia, ada dua bidadari yg mengajaknya bersenggama di waktu yg bersamaan, kapan lagi dia dapat kesempatan ngentot rekan kerjanya ditambah ABG lagi. nampaknya ini mimpi hampir setiap pria. Dinda berjalan langsung ke kamar mandi untuk cuci muka dan bersih-bersih setelah dia berlumur nafsu. sedangkan aku meminta pangku pada Andri untuk kembali berciuman “smoochh smoocchh smoocchh kamu manteb banget”, ujarku. lantas dibalas dengan senyuman olehnya.
“ihh mamah kok mau lanjut aja”, protes Dinda.
“haha nunggu kamu sayang”, balasku yg lantas berdiri dan menuju kamar mandi.
Dinda sibuk mengenakan pakaian, namun tetap aja pakaian mini. aku mengambil beberapa saat untuk membasuh muka, memek dan memakai parfum, terpancar rasa senang dan bahagia tersirat diwajahku. walau aku seorang istri dan ibu 2 anak, aku berhak dong buat having fun dengan temanku.

*
(POV ANDRI)

aku masih terdiam di sofa tanpa sehelai pakaianpun, kontolku sudah melemas tidur di paha kananku. terlihat kasur yg acak-acakkan tak jelas disana, beberapa spot terlihat basah entah karena cairan vagina atau spermaku yg muncrat kesana.

si ABG sibuk dengan HPnya berdiri di depan TV mengenakan hotpants yg mini dan tanktop yg jika aku hentak sedikit sudah terlepas semua. si MiLF sedang didalam kamar mandi entah ngapain, mungkin selfie atau masih masturbasi, mengingat nafsunya gede sekali. aku, lemas disini ngentotin dua wanita hyper.
“sayang, kok diem aja gak pakai pakaian dan hanya ngeliatin aku?”, tanya si ABG yg memanggilku sayang dan berjalan kemari menaruh pantatnya di armrest sofa.
“hehe masih capek”, balasku, namun yg sebenarnya terjadi aku sedang flashback apa yg baru aja terjadi. apakah ini gaya hidup para boss, atau jika ingin menjadi boss harus melakukan seperti ini dulu biar masuk dalam kelompok mereka.

si MILF keluar dari kamar mandi sudah menggunakan pakaian, jika daun teh yg dicari yg muda, namun daun sirsak yg banyak manfaatnya yg sudah matang. ini yg bisa jadi analogi si MILF Shelly. karena semua pasanganku sudah pada berpakaian, aku turut mengambil celana dalam dan celanaku.

lantas kami semua merapikan kamar, dan memesan makanan melalui service hotel.

kami bertiga makan layaknya sebuah keluarga, aku sebagai ayah, Shelly sebagai ibu dan Dinda sebagai anak. piring usai digunakan makan kami taruh diluar kamar agar nanti diambil oleh room service.

aku berjalan dengan lemas kearah sofa yg berada di pinggir kolam renang diikuti dengan kedua cinta sesaatku. kami berada di teras belakang sambil menikmati suara gemercik air mancur yg jatuh ke kolam renang dan cuaca yg sedikit berawan mendung ingin hujan ini. suasana gelap kamar terpaksa kami menghidupkan lampu remang, membuat suasana semakin indah.

“mah, thankyou yah, besok tak terasa aku udah harus balik Bandung”, ujar si ABG yg berujar lebih kencang daripada suara gemercik air kolam renang.
“pengalaman pertama kamu nampaknya seru haha, makanya tadi aku ngecek kesini siapa tau kamu gak enjoy, eh malah overdosis nafsu haha”, balas Shelly.
“iya dong, thankyou yah mas Andri sayang”, ujarnya padaku yg hanya aku balas dengan senyuman dan tawa.
“kan masih ada nanti malam lagi”, lanjut Shelly.
“iya sih, tapi kurang maah”, ujar manja si Dinda.
“haha next time ada lagi sayang, tapi belum tentu juga sama Andri, gapapa yah”, ucap Shelly.
“kamu punya berapa cewek Shell?”, tanyaku santai pada Shelly.
“hmm delapan atau tujuh gitu mas, lupa”, balasnya.
banyak juga ya pikirku, Shelly bisa memiliki profesi lain selain pekerja professional namun penyalur wanita ABG untuk para bos dan staff tingginya, dan aku yakin Shelly juga mendapat persenan dari tiap wanita yg di booking.

lalu hari semakin sore, Dinda bangkit dari tempat duduknya untuk masuk ke dalam kamar sejenak meninggalkanku dengan Shelly berdua.
“eh Shell, aku tanya hehe banyak tuh rumor, katanya kamu punya affair sama Tony bawahanku yah”, tanyaku salah tingkah pada Shelly karena tak ingin menyingungnya.
“haha owalah pak Tony, hanya sekali Andri, ceritanya Tony dateng ke aku jam 8 malam gitu, dia tanya ada ABG yg sedang di Bali gak buat nemenin dia short time, terus aku menghubungi anak-anakku kan siapa tau ada, ternyata gak ada, terus dia kaya kecewa gitu kan, secara bininya hamil mana mungkin mau diajak seks kan, terus aku tawari aja aku kalau dia mau, aku juga belum pernah ngeseks dengan cowok chinese seperti dia haha, yauda ngeseks singkat, pas selesai, ada Astrid nungguin di luar pintuku, yauda deh haha”, terang si MILF mengenai status dia dengan Tony.
“owalah gitu to haha, eh iya Astrid itu juga sering ya dengan pak Roy”, lanjutku bertanya.
“haha kalau Astrid mah udah seperti istri muda pak Roy, kentot terus, bahkan di kantor, dirumah pak Roy dan dimanapun mereka, bahkan anak ketiga Astrid kan anak pak Roy, tapi suaminya sih taunya anak dia haha, parah kalau Astrid, dan gak nyesel kalau hamil dari pak Roy tapi malah seneng banget, hamil aja tetep main terus dengan pak Roy haha”, cerita Shelly mengenai kondisi kantor, “hmmm kalau mas Andri dengan Tasya yaahhh”, lanjut Shelly yg membuatku kaget bak kesamber gledek di siang hari, dari mana dia tahu kalau memiliki affair dengan Tasya.
“ehmmm kok gitu Shell?”, tanyaku dengan lirih.
“iyalah, tugas bareng, Tasya seksi dan cantik gitu mana mungkin nolak affair sama dia haha”, balasnya dengan canda namun benar.
“hmmm hehe jangan bilang yg lain yah”, balasku sedikit khawatir.
“tenang, makanya kok tadi mainnya bisa elegan banget, ealah ternyata Andri haha, tapi main ke kantor lebih aman kok daripada di hotel haha, kita tau sama tau, malah aku pernah lihat yg ngentot di kubikel dengan santainya, kalau kita kan masih dapet ruangan kan ya haha”, canda MILF yg barusia lebih tua dariku.

“mah, mamah masih suka ngamar sama Gilang?”, tau-tau si ABG bertanya pada Shelly mengenai Gilang, yg aku tak tau siapa dia.
“siapa Gilang?”, tanyaku polos.
“itu tuh, anaknya mamah”, balas Dinda yg sekarang juga sudah duduk bersama kami.
“oh, anak simpenan?”, tanyaku singkat.
“bukan, anak kandung hihi”, balas lirih Shelly yg membuatku kaget.
“whaa?”, aku tergaket.
“iya haha Andri ih kagetnya, iya aku ada affair sama anakku haha, seru kali”, balas Shelly.
“haha mamah ternyata jam terbangnya tinggi ya sayang”, lanjut Dinda.
“haha maklum Ndri, wanita setengah baya jarang di sentuh cowok, anak sendiri babat aja daripada nganggur dianya haha”, terang singkat Shelly, “jadi dia beberapa tahun yg lalu, main ke Bali, apartemenku kan satu kamar, terus dia tidur disebelahku berani-beraninya coli, yauda mamah dia girang ya aku ajari cara pakai titit lah haha”, ujarnya santai.
“sampai ngeseks Shell?”, tanyaku penasaran.
“iya hihi, sekarang dia udah 15 tahun mau ke 16 tahun, dulu pertama ngblow dan coliin dia waktu dia 13 tahun mungkin, terus aku janjiin kalau bisa rangking 10 besar, kamu bisa ngentotin mamah, eh malah dia bisa mempertahankan 10 besarnya hingga sekarang, yauda win-win solution kan haha”, ujarnya lugas dan santai, “komunitas incest banyak kok di kota besar, jadi santai lah, bukan hal taboo”, lanjutnya.

aku termenung mendengar cerita Shelly, fantasi seks apalagi ini yg dia ceritakan padaku, tak pernah sekalipun aku membayangkan berhubungan dengan anak, tapi kalau dengan sepupu sih masih mending yah, ini anak kandung lho, duuh gila nih ternyata kalau nafsu gak bisa terkontrol.

[jika pembaca menginginkan detail story Shelly dengan Gilang, bisa ane buatkan side-story Shelly, mungkin 2 episode saja cukup. comment dibawah jika pada pengin itu dibuatkan cerita sendiri dalam bentuk sidestory]

-BERSAMBUNG-

 

Daftar Part