Sinar Rembulan Part 25

0
877

Sinar Rembulan Part 25

Edan Eleng Tarian Sang Dewi

Rupanya Tarian Sang Dewi ini memang khusus untuk wanita saja, dan diciptakan dengan tujuan guna membuat sang wanita menguasai lelaki lewat syahwat birahinya….

Pantesan penguasa ilmu inti bumi dan rahasia langit keok….
Ha ha ha….
Bener2 keok karena birahi… sex !!!

Kekuatan mental….
Kekuatan pengendalian jiwa menghadapi sosok perempuan menjadi utama disini…
Duh masa harus ada urusan kalah menang di ranjang sih….?

Tiba2 ada lintasan pemikiran dalam benak, kok.bisa aku jadi wandu ? Khan aku ini pewaris ilmu inti bumi, harusnya kekuatan macam tarian sang dewi bisa lenyap kalau aku menggunakannya secara murni ?

Ah…
Pasti ada apa2nya disini…
Pasti Clara juga ga akan tahu sejauh mana pengaruh ilmu dan energi di dalam tubuh mempengaruhi perilaku pemiliknya.

Iya….
Energi Inti Bumi bisa membuat perhitungan bisa jungkir balik kalau pemiliknya benar2 dalam kondiai pasrah…

Dan kala bersama mas Agus dulu, aku merasakan ilmu Mas Agus menguasai ilmu inti bumi tapi tak pernah bisa mengunghulinya….
Seolah diatas inti bumi tetapi rahasia langit tetap saja tak bisa mengalahkannya…
Yin dan yang….
Satu pasrah satu berusaha diatas…
Satu diam satu bergerak…

Eh…
Didalam tubuhku isinya rahasia langit yang seolah menyatu dengan inti bumi…
Tapi mmmmm
Tarian sang dewinya Clara bisa memutarnya kencang sekali…
Ada apa ini…?

Rasanya aku perlu mencoba lagi tarian si Clara….
Ha ha ha ha
Mesum sekali aku nih….
Sekali ngerasain perawannya Tiara, kok nagih ya….
Pengen ngerasain lainnya….
Apa ini masalahku ?
Eh…

Mmmm…
Kalau ga dicoba siapa yang tahu ?

“Ok Sayang, kita mulai….
Tapi kayaknya sebaiknya Clara sayang harus memulainya dengan tarian itu deh
Kayaknya nendang banget tariannya sehingga bisa meluber pejuku dan kekuatanku bisa membara ha ha ha”

“Baiklah mas Budi mesum… kita mulai deh”

Clara mulai menggerakkan pinggulnya membahana, susunya diajak menari terlontar2 kesana kemari luar biasa seolah bola basket yang bisa memantul2 gitu didadanya…
Kadang mantul2 ke kiri kanan, kadang kedepan kebelakang….
Beuh luar biasa jaipong ini, dulu penciptanya siapa ya kok bisa2nya sang Dewi nyontek jadi gerak ilmu kanoragan yang penuh tenaga yg dibalut birahi….

Akupun membuka seluruh pakaian ku….
Ikut ngibing mengiringi tarian si Clara, aku ingat dulu pernah tampil menari sebagai penari lelaki mengiringi penari perempuan, gibing (adalah tarian bersama, semacam joged bareng berdua dengan penari jaipong).

Akupun mulai agak nakal seolah nakalnya pemuda menggoda sang wanita penari jaipong…
Secara halus, aku membelai susunya dalam gerak tarian
Kadang meremas pantatnya
Kadang mencolek dagunya….
Kadang menusuk mekinya dengan kontiku yang sudah kaya tombak saking tegak dan kerasnya
Ibaratnya lu jual gua beli…
Lu goda gua ikut godain.
Ibarat Clara memberi kode godaan, aku raba atau colek sebagai balasan.

Tarian semakin panas…
Clara semakin terangsang dan semakin menggoda dengan lebih gilanya….
Akupun larut dalam tarian, semakin sering mencubit putingnya…
Semakin keras meremas pantatnya….
Semakin gila menggoda susunya…

Godaan dibalas godaan….
Entah kenapa.aku menikmati tarian ini…
Rangsangan demi rangsangan meningkat…
Aku balas dengan godaan demi godaan yang semakin gila…

Kala Clara menhentak2kan dadanya…
Praktis susunya bergetar tak keruan…
Aku jawab dengan gerakan kepala yang mengiringi susunya…
Sesekali mulutku maju sambil menjulurkan lidah mengenyot sedikit putingnya…

Kala memggoda dengan gerak pinggulnya…
Aku ikuti dengan memajukan kontiku pas di sela2 pahanya sehingga gerakan Clara menjadi seolah membesot2 mekinya atau menusuk2 mekinya…
Semuanya tanpa kelewatan sedikitpun…

Putingnya pasti kena kecup tapi sedikit….
Mekinya kena raba rojok bahkan remasan tapi sedikit…

Ibarat kata lu jual gua beli…
Lu goda gua gua bakalan lebih gila menggodanya…
Semuanya tipis2…
Tak berlebihan tak kurang juga…
Kena tipis tapi sering…

Tiara matanya mulai terlihat berbeda….
Jauh lebih sayu…. Tapi jauh lebih menggoda…

Pada irama yang melembut….
Godaan jauh lebih kena….
Jauh lebih perlahan…
Jauh lebih merasuk dada…
Tapi aku jawab juga tipis2….
Semakin lembut membelai pantat…
Semakin lembut mejilati putingnya…
Semakin lembut menggesekkan kontiku ke mekinya…
Hit n run….
Tipis tipis….

“Mmmmmmmmaaaaassssshhhh”
Ah…
Ilmu Rintihan Sukma Sang Dewi…

Seolah memaksaku memasukkan kontiku ke mekinya…
Seolah memaksaku mengulum putingnya menggigitnya kalau perlu…
Seolah memerintahkanku memerah susunya keras2 mengajak bersatu dengannya …..

Aku tetap tipis2 menggodanya….
Cukup membelai tipis2, seolah menyentuh tapi toh tetap saja menjauh…
Cukup menusuk tipis2, seolah akan menusukkan konti amblas tetapi kala mekinya maju aku menjauh tipis2…

Musik kembali keras… menghentak mengajak pada kontiku untuk masuk….
Mengajak mulutku menyedot2 putingnya….
Mengajak tanganku memerah susunya…
Meremas pantatnya…
Menusuk mekinya dalam2
Menggosok klitorisnya dengan keras….

Gerakanku lebih ke rahasia langit….
Menguasai….
Tapi kontiku lebih kepada inti bumi…
Diam menerima segala rangsang….
Tarianku lebih menggoda lagi…
Tarian Arjuna memikat Sang Dewi….
Tarian ngibing kelas kakap….
Yang membuat takluk sang dewi…

Kaki2ku kokoh kala kontiku diam disengat mekinya…
Tapi kakiku juga lincah selincah angin berhembus begitu ada gerakan datang angin pun menghindar…
Mulutku diam mwnjulurkan lidahku….
Tapi kepalaku luar biasa lincah…
Lincah menghindar kala susu Clara hendak masuk mengasek ingin putingnya lebih dipuaskan…

Kala gerakan terakhir, Clara semakin menggoda…
Akupun mengimbanginya dengan godaan yang lebih intens dengan rahasia langitku…
Dengan kekokohan inti bumiku…
Dengan rayuan tarian Arjunaku….

Serangan2 bertubi2 masuk ke mekinya….
Membelai meki…
Menekan meki…
Menggosok mekinya tipis2 seolah mau tapintak mau…

Serangan bertubi2 masuk ke susu nya
Menjamah kemudian melembut menghindar…
Menyedot keras tapi kemudian seolah dilepaskan…
Membelai memerah memeras….
Semuanya tipis2…
Hit n run…

Pahanya
Pantatnya
Dagunya
Bibirnya…

“Aaachh masss…… terusssss”

Semuanya kena seolah gerakan footwork butterfly si Mohammad Ali di atas ring tinju…

Clara di saat2 terakhirnya berteriak kencang….
“Aaaaaoooccchhhhhhh maaaasssss”
Dan menutup tariannya dengan Big Orgasme sembari menarikan tarian sang dewinya….

Kemudian jatuh terduduk….
Nafasnya habis2an…
Matanya terpejam….
Senyimnya tersungging damai….

Akupun menghampirinya….
Akupun merengkuh tubuhnya dalam pelukan mesra…
Akupun mencium pipinya lembut dengan penuh kasih sayang….

Clara membuka matanya….
Tersenyum mesra….

“Harusnya aku tahu kenapa dulu aku ajarkan ilmu menari padamu, sayang
Ternyata saat inilah sayangku membutuhkannya….
Harusnya aku tahu kenapa dulu aku suka sekali kamu nenen ke aku, memeluk aku…
Ternyata dengan begitu kamu bisa menahan dirimu saat aku menggodamu sayang…”

Rupanya langit dan bumi memang sudah saat nya menang…
Rupanya jalan hidup berlikuku semuanya bukan tanpa sebab…

“Aku capek sayang…. Boleh aku tidur…? Tapi kalau kamu mau mekiku, ambil saja, aku lemes soalnya, seluruh ilmukunsudah kamu serap dengan perlahan namun pasti, kalau tadi sayangku langsung masuk saja, pasti kalah deh, sekarang aku butuh istirahat…..
Tapi seluruh jiwa dan ragaku akan selalu aku pasrahkan padamu sayangku cintaku”

Aku hanya tersenyum dam membelai mukanya agar tertidur dalam mimpinya…”

***

Clara tidur dalam damai….
Aku keluar ruangan dalam kondisi sangat amat bugar…
Ada energi dalam jumlah besar masuk kedalam tubuhku…
Tidak seperti kemaren kala Galuh tersedot energinya, tapi lebih seperti ada kebugaran yang meningkat tajam…

Pendengaranku lebih tajam
Penglihatanku jauh lebih tajam…
Semua inderaku, perasaanku juga….
Luar biasa…
Malam ini aku bugar sekali…
Rasanya malam masih panjang…
Cukuplah waktu yang ada untuk menjenguk Santi dan Sinta….

Perlahan aku memasuki kamarnya….
Kulihat mereka tidur gelisah…
Aneh….
Kulihat mimpi mereka berdua terhubung…
Luar biasa….
Sesuatu yang tak terduga olehku sama sekali…

Kumasuki mimpi mereka….

Kulihat mereka sedang bersedih….
Duduk diam terpekur ada air mata menetes disana…
Kudekati mereka….
Kupeluk keduanya….

“Mmmmm ada apa sayang ku cinta nya mas berdua nih?”
“Melihatku memeluk, merekapun lebih kencang menangis, kali ini bersuara sedih sekali”
“Mmmmm…. Menagis lah sayangku cintaku…. Menangislah, ada mas disini “

Lama mereka menangis….
Sampai akhirnya mereka sudah reda tangisnya….

“Mmmmmm mas boleh dengar ceritanya kenapa sayangku berdua nih menangis ?”

“Maafkan kami mas Budi…..
Gara2 masa kecil kami mas Budi terpaksa menerima Clara sebagai calon istri.
Kami berdua takut mas Budi marah dan menyimpan dendam sama kami.
Kemaren sejak mas Budi mengusir kami dari rumah, kami betul2 tak bisa makan dan tidur dengan enak lagi, kami takut mas meninggalkan kami”

“Kami takut mas… kami cinta mas, tetapi kalau mas benar2 sayang Clara dan lainnya, mas cukup usor kami saja.
Kasihan Renata dan Wanda mas….
Mereka tak tahu apa2 sehingga mas usir mereka…
Kami merasa bersalah
Maafkan kami yang dulu ya mas….
Hiks hiks hiks….”

Oww….
Ternyata ini yang mereka tangiskan…
Mereka merasa bersalah paling dalam sehingga aku meminta semuanya meninggalkan rumahku dulu itu
Begitu besarnya mereka bersalah sehingga seolah aku mengusir eh bukan meminta wanitaku kembali pulang ke rumahnya masing2 gara2 kesalahan mereka waktu kecil dulu….

***

Bersambung

Pembaca setia BanyakCerita99, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)BTW yang mau Mensupport Admin BanyakCerita  dengan Menklik Gambar Diatas dan admin akan semakin semangat dapat mengupdate cerita full langsung sampai Tamat.
Terima Kasih 🙂

Daftar Part