Pacarku Melepas Keperawanannya

0
1001

Perkenalkan namaku Agung (nama samaran), kisah ini awalnya terjadi saat aku mulau duduk di bangku kelas 1 SMA dan saat itu juga aku beru mau memasuki golongan ABG dan mencari mangsa (cinta pertama).

Wanita yang aku dekati itu sih biasa-biasa saja kalau kata teman-teman sekolahku, yah yang namanya cinta mau orang bilang apa dia cantik di dunia, hhe… gombal dikit. Maaf sebelumnya para maniak cerita seks, didalam cerita ini aku tidak bisa menjelaskan sedetail mungkin tentang wanita yang aku dekati ini yang sebut saja nama dia adalah Adel.

Adel ini adalah seorang gadis Abg yang sedang-sedang saja, begitu pula dengan bentuk tubuh, payudara dan bagian pantatnya. Kembali ke pribadi masing-masing, cantik itu relatif, jika kita suka ya kita merasa dia cantik, kalau kita tidak suka mau secantik apapun wanita itu ya bagi kita dia biasa-biasa saja,hhe… betul nggak para pembaca. Seperti yang aku aku katakan tadi Adel ini memiliki body biasa, dan wajah yang lumayan (menurutku).

Kalau berbicara tentang payudara dan pantat Adel memiliki ukuran yang biasa-biasa saja. Namun walaupun Adel biasa saja, namun Adel ini berkulit putih dan memiliki wajah yang menggemaskan, pokoknya aku suka banget deh. Selama aku masih dalam rangka pendekakatan, setahuku Adel tidak pernah tahu dan mengerti tentang seks, dia masih polos sekali.

Singkat cerita setelah beberapa bukan melakukan pendekatan kepada Adel, akhirnya akupun bisa mendapatkanya dan kini statusku dengan dia adalah, hhe. Nah dari sininlah awal keseruan Cerita Dewasa ku.

Karena dia sudah resmi menjadi pacarku, aku-pun mulai mengajarkan kepada Adel untuk mengenal dan melakukan hal-hal yang berbau seks. Pada awalnya memang sulit sekali, namun dengan trik hebatku diapun akhirnya mau.

Pada hari itu, aku sudah merancang rencana agar aku bisa melakukan hal mesum dengan Adel pacarku itu. Pada hari itu aku memasang muka marah saat bersama Adel, setiap Adel mengajak aku ngobrol pada saat itu aku diam saja dan bermain-pura murung. Dengan hal itu, maka Adel-pun merespon aku,

“Kamu kenapa sih sayang, kog dari tadi aku ngobrol ngobrol kamu diem aja, dan kamu dari tadi cemberut aja, kenapa sih sayang ???, “ bertanya padaku aku.

Ini nih, saat aku melakukan trik busukku,

“Auk ah, aku kesel banget sama kamu, gara-gara kamu aku di ledekin sama temen-temen, katanya masak aku cowok nggak jantan,” ucapku marah.

“ Lah, kog bisa gara-gara aku sih Yank, emang aku salah apa, hhu,” tanyanya penasaran.

“ Iyalah jelas ini gara-gara kamu, kamu tahu nggak aku di ledekin sama temen-temen katanya nggak jantan gara-gara aku nggak pernah ngapa-ngapain sama kamu, kan malu,” ucapku mulai memancing Adel,

Pada saat itu Adel tidak menjawab dan terdiam saja. Tidak kusangka setelah sore hari, caraku itu ternyata sukses kawan. Kalian tahu Adel pada sore harinya dia menelepon aku tidak aku sangka dia berbicara lewat telefon bahwa dia ingin ML sama aku pada malam hari di rumahnya. Wow gila nggak tuh, patut dicoba para pembaca caraku ini, hhe. Lanjutan. Saat itu dia aku bahwa aku harus kerumahnya pada pukul 00.00 WIB.

Aku tahu maksud Adel sudah menyuruhku kerumahnya pada jam itu, karena pada jam itu semua keluarga yang ada di rumah pasti lelap dan pasti akan aman tanpa hambatan. saya dihadapkan dengan rasa senang dan bingung, saya bingung harus bagaimana agar saya bisa keluar jam dan saya senang karena Adel pada akhirnya menginginkan keinginanku untuk melakukan hubungan seks seperti Abg nakal.

Namun pada akhirnya akupun nekat kabur dari rumah dengan cara diam-diam dari jendela kamarku dan menuju kerumah Adel. Singkat cerita sampailah aku dengan motor yang disambut dengan seorag Adel yang sudah menunggu di depan rumahnya dengan baju tidur yang sangat tipis dan menghambat transparan. Sesampainya disana, kami pun dengan diam-diam masuk kerumah Adel yang besar dan mewah.

Dengan ekstra hati-hati, aku dan Adel mencari dari jendela kamarnya. Sesampai-nya di kamarnya kami pun segera melakukan pemanasan. Saat itu kami awali dengan aku membuka kaos kami. Setelah kami sama-sama telanjang setengah dada aku pun lansung memeras buah dada-nya, dengan penuh nafsu saat itu aku melucuti piyamanya yang tipis dan jangan lupa aku melepaskan tali bra-nya.

Setelah terbuka Tali Bra-nya aku-pun mulai melepaskan Bra milik Adel yang mengganggu tangan ku pada saat aku meremas payudaranya. Pada awalnya menganggap payudara Adel kecil, namun setelah kini aku melihatnya langsung, Wow… cukup besar kawan. Payudara Adel yang sudah tanpa Bra terlihat sanagt kencang dan padat sekali, sungguh melihat itu nafsuku semakin membara saja, rasanya ingin sekali segera meremas dan mengkulumnya,

Aku yang sudah nafsu berat, saat itu aku-pun langsung melucuti celana beserta celana dalamnya yang minim itu. Pada saat itu Adel-pun menarik celana agresif lalu melucuti celanaku dan dalamku.kami seperti ABG NAKAL Tanpa komando Adel-pun mulai mencapai kejantananku dan memandu kejantananku di depan,

“Oughhh… Ssssshhh… nikmat enak sayang… Aghhhhhh… terus kayak gitu sayang… Aghhh…,” desahku.

Sungguh pada saat itu aku tidak menyangka Adel bisa melakukan hal seperti itu. Sungguh nikmat sekali kuluman Adel pada kejantananku. Bebrapa menit dia mengkulum kejantananku dengan lincah-nya. Namun ketika sedang enak-enaknya tiba-tiba Adel terhenti kulumanya dan,

“Sayang kamu bawa kondom nggak,” mengejutkanku.

Pada saat itu aku tidak menjawab pertanyaanya, memang sebenarnya aku sengaja tidak membawa benda itu. Tanpa buang waktu lagi, aku-pun langsung mendorongnya sampai jatuh pada tempat tidurnya dan aku-pun langsung menghujani ciuman pada nikmat dan merah merekah itu. Kami yang saat itu sama-sama nafsu, Adel-pun kemudian merespon ciumanku dengan mengadu lidah dengan pembohongnya. Cerita Seks

Ditengah kenikmatan itu, air liur kami menjadi satu di dua mulut yang saling berpangutan di tangan kananku yang mulai menjamah payudara Adel dan tangan kiri-ku memainkan vagina Adel dengan perlahan. Sedikit demi sedikit aku melakukan hal itu. Kira-kira setelah 5 menit jariku bermain pada area kewanitaan Adel, aku merasakan tanganku mulai dibaahi oleh lendir kawin dari vagina Adel.

Setelah puas kami melakukan pemanasan, kemudian kami-pun memulai melakukan yang lebih panas. Kini aku mulai mengkulum pentil-nya yang di sebelah kanan dan yang kiri aku remas dengan tanganku yang akan menarik putingnya yang mulai keras. Lidahku yang saat itu asik dengan memainkannya, jangan lupa untuk menemukan payudaranya yang kenyal dan mulai keras karena rangsanganku,

“ Ughhh… Sssss… Aghhh… Oughhh…. Terus ngomong… Aghhhh…., ” desahnya.

Mendengar desahnnya, saat itu aku semakin menggila dan aku melakukan itu semakin keras dan mulutku mulai menurun ke bagian bawah melewati perut dan sampai ke temper nya yang basah dengan udara yang terus mengalir dari dalam vagina dan dia masih saja merengek tetapi dia ingin teruskan karena nikmatnya mungkin. Setelah beberapa menit aku menyuruhnya mengkulum lagi Penis-ku.

Saat itu akupun sudah tidak sabar lagi ingin menikmati keperawanannya dan langsung berdiri tanpa ragu. Saat itu kuluman-nya yang kuat membuatku geli dan nikmat yang luar biasa. Setelah beberapa menit berlalu aku menggesek-gesek vaginanya dan dia merengek tidak jelas karena masih dengan posisi dia mengkulum penisku. Cerita Seks Karena aku ingin segera menikmatinya aku memasukkan kejantanan-ku ke dalam sangkarnya dengan dia terlentang, tetapi agak sulit karena memek nya masihsempit.

Setelah berusaha keras, akhirnya Penisku-pun berhasil menyempurnakan darahnya dan mendorong kecilnya akhirnya sobek dan dia menikmati kenikmatan,

“Aduh……. Sakit sayang, Aghhhhhhhh………,” jeritnya pelan.

Setelah kejantananku sudah tertanam didalam liang senggama Adel, aku-pun kini mulai memaju mundurkan Penis-ku. Namun seks di tengah hunbungan kami itu, aku melihat Adel merasa senang, Cerita Pemerkosaan

“Aoww… Ughhhh… Sakit sayang, pelan-pelan ya sayang, Aghhhhhhh…,” ucapnya.

Mendengar perkataan Adel yang seperti itu aku-pun mulai memperlambat permainan sexs-ku. Namun hal itu hanya bertahan sebentar saja, aku yang sudah tidak tahan lagi, aku kembali mendorong genjotan penis-ku kedalam liang senggama Adel,

“ Ouhggg… enak sayang… rasanya aku pingin kencing sayang… Aghhh…. Sssssshhhh….,” ucapnya.

Aku yang sudah tahu dari film porno dan beberapa Bacaan Dewasa, Adel pada saat itu ingin kencing, namun dia pada saat itu akan medapatkan klimaksnya. Melihat Adel seperti itu aku semakin mendorong gerakan kejantananku di liang senggamanya.

“Iya gitu sayang, Aghhh… Enak… Oughhh…,” desahnya semakin menjadi-jadi saja.

Pada akhirnya dia mengeluarkan cairan itu di Penis-ku merasa hangat memang hebat dan tahu cara memuaskanku dan setelah itu aku mengubah posisi menjadi aku menusuknya dari belakang kali ini masuknya mudah dan arena tamengnya sudah jadi tidak lagi ada yang menahan pedangku dan dia yang maju mundur dan akupun mengikuti irama itu.

Beberapa menit kemudian dia mengejang dan kembali Klimaks di saat itu aku sudah ingin keluar dan tetapi aku takut dia hamil dan aku juga tak sudi perjakaku diambil oleh cewek yang aku dekati karena iseng belaka.

Aku mengeluarkannya di luar saat aku membalikan pandanganku keluar di mulutnya belum sampai ke moncrot deh air maninya tepat di kepalanya dan aku menyuruhnya mencoba rasa itu dan dia meminumnya berkata,

“ oohh enak rasanya ini cairan apa ? kencing ya? ,” tanyanya polos.

”bukan sayang, ini namanya air kenikmatan alias sperma,” ucapku.

Aku pun memberitahunya bahwa itu air mani aku berpikir cewek ini sebenarnya tidak pernah sekalipun melihat film porno tetapi dia dapat melakukan gerakan-gerakan itu dari mana kan tidak mungkin pernah pernah. Tetapi aku masih belum puas aku memasukan lagi Penisku ke mulutnya dan dia tanpa di suruh dia melakukan itu sendiri. Setelah bosan aku kembali memasukan Penis-ku ke Memek nya

Saat itu dengan telapak kakinya menempel di lantai aku memasukan itu dari atas dan setelah beberapa saat dia berKlimaks dengan meringik terus-menerus , aku mau keluar dan aku lansung menyuruhnya menghisap dan keluarlah lagi cairan itu di mulutnya yang menggairahkan setelah itu kami lemas dan kami tertidur pulas dengan Penis-ku yang masih di dalam mulut Adel.

Singkat cerita dewasa ini , aku-pun dibangunkan Adel pagi sekali tepatnya subuh. PAda saat itu aku dibangunkan agar cepat pulang sebelum di ketahuan oleh orang-orang di rumah. pada sat itu akupun bergegas memakai pakaianku lagi dan sebelum aku pergi aku mencium mulutnya dan pulang kerumah. Sesampainya dirumah aku-pun tertidur pulas. pada hari itu karena capek aku tidak masuk sekolah dan begitu juga Adel.