Memek Gatel Tante Girang

0
1429

Menurut penelitianku mengenai buah dadaku berukuran sekitar 36B cukup besar dan kenyal, aku memiliki pinggang yang masih seksi dan ramping, kata mas Seno(suamiku), pasanganku adalah bagian yang terindah dariku, sangat seksi dan seksi dengan pasangan kakiku yang panjang…? kata mas Seno lagi, katanya lebih pantas dibilang seksi daripada cantik…

entahlah, lelaki lain, lelah sudah oleh perempuan….Sssssshhh…ooohhh… gila, lagi gairah birahiku meletup dengan tiba-tiba… di depan cermin besar itu dada monku sendiri yang kian mengencang… ammpuuuun… 2 hari 2 malam ini aku sangat menderita karena birahi gila ini… entah berapa belas kali selama 2 hari 2 malam ini aku bermasturbasi…sampel tubuhku benar-benar loyo.

pada hari pertama aku sempat melakukan masturbasi di belakang kemudi mobil di tengah keramaian jalan tol, saking ketahan… Semalam, dengan diiringi adegan-adegan syur film bokep bahkan koleksi mas Seno… aku melampiaskan hasrat birahiku secara swalayan, mungkin lebih dari 10 kali sampai pagi… Maka semakin berkurangku, sekarang belum setengah jam mataku, gelegak birahi itu meletup lagi… kali ini aku melawan, aku masuk kamar mandi, kuguyur tubuhku dengan shower air dingin… agak gemetar juga tubuhku…. Aku memang wanita berlibido tinggi. Sejak ABG aku sudah kenal masturbasi… setelah berlalu SMU aku mengenal persetubuhan dan berlanjut menjadi doyan disetubuhi… Masa kuliahku adalah masa euforia sex, aku kuliah di Bandung sementara orang tuaku di Jakarta…

pada awal masa kuliahku, aku pantas dijuluki Pemburu Seks… beberapa kali aku diusir dari tempat kost yang berbeda, dengan sebab yang hampir sama… yang aku ingat, kuliah yang diantar teman kuliahku, aku lupa namanya… pokoknya keturunan Arab… aku lupa bagaimana caranya mulanya , aku bisa nyepong video Arab ganteng itu di kamarku dalam keadaan terkunci dan Ipah pembantu ibu kost yg nyinyir itu nyelonong masuk kamarku utk melihat pakaianku yg diseterikanya… aku tengahgum-kagum dengan volume batangan Arab ganteng yang lebih besar dari lenganku dan minta panjangnya .

Malam itu juga aku disidang dan harus keluar dari rumah kost itu. Tapi buatku ga ada masalah karena malam itu si Arab ganteng memberikan tumpangan sementara di rumah kontrakannya… tentu saja gairah birahiku yang binal dimanjakan oleh Arab ganteng itu… sepanjang hari… bahkan sampai beberapa hari aku tinggal di rumah kontrakan si Arab ganteng yang berantakan… Kejadian yg lain pernah juga di tengah malam, lagi seru-serunya ML sama cowok baruku… tiba-tiba pintu didobrak petugas ronda yg sudah lama memperhatikan kebiasaanku masuk cowok malam-malam… cowokku dengan tengilnya berhasil kabur… aku lagi-lagi terpaksa cari kost baru lagi …

Satu lagi yang ga bakal aku lupa, affairku dengan bapak kost, sudah tua tapi tampan dan tampan.. dan yang membuatku bertekuk lutut… mmm… aksi ranjangnya boo’… selalu membuatku bangun kesiangan besoknya… aku menikmati kencan ranjang dengan bapak kost baru tiga kali keburu ketangkap basah sama istri… abis siang bolong bapak itu ngajakin naik ranjang… apesnya lagi aku ga akan menolak, kalo tetekku sudah kena diremasinya… baru mau dua kali aku mendapatkan orgasme… eeh…pintu di ketok-ketok dari luar dan suara ibu kost memanggil namaku… bapak banyak kost yg sedang memainkan batang sanggamaku, jadi tertarik dan efeknya justru membuat orgasme, untung gak telat nya tapi… pejunya berhamburan di atas perutku sekali…. bisa ditebak endingnya… aku harus angkat kaki dari rumah kost saat itu juga…

Nasihat sahabat-sahabatku, banyak mengubah perilaku seksualku yang pembohong… Dengan susah payah aku berhasil menekan keinginan birahiku yang memang luar biasa panas dan aku mengumbarnya… memulai mana bertahan selama seminggu tanpa aktivitas seksual… bakal menjalani menjalani menjalani dan kepala pecah… Sampai akhirnya aku bertemu dengan mas Seno aktivis mapala kakak kelasku… tidak seperti sosoknya yang jantan… permainan ranjangnyapun luar biasa… permainannya yang agak kasar, mampu membuatku mengerang-erang histeris… Aku ga nyesel, harus menikah dengan mas Seno karena keburu hamil.

Buktinya aku berhasil menyelesaikan kuliah, walaupun sambil mengasuh Astari buah cintaku dengan mas Seno. Status ekonomi kamipun tergolong bagus… Sampai 5 tahun yang lalu, kecelakaan mobil akhirnya di jalan tol merenggut mas Seno dari kami berdua… Selama 5 tahun menjanda, mungkin karena kesibukanku mengurus dan melanjutkan usaha mas Seno yang sedang menanjak pesat dan keberadaan Astari anak tunggalku sudah menginjak usia gadis remaja, aku hanya 2 kali terlibat dalam hubungan dengan lelaki yang berbeda, itupun juga bersenang-senang sendiri, penyegaran suasana disela-sela kesibukan bisnis… Kehidupan seksualku datar, tanpa gejolak… aktivitas masturbasi yang memuaskanku…
Setelah tubuh terasa segar, kukenakan kimono dan keluar kamar…

” Heee… Ron kamu disini..? kok ga sekolah..?” Kudapati Ronie di belakang komputer Astari. Ronie adalah kakak kelas Astari yang hampir setahun akrab dengan anak gadisku itu. Anak muda yang sopan dan pandai cerminan produk dari keluarga yang cukup baik dan mapan.

Iya tante, saya hari ini kebetulan banyak pelajaran kosong jadi bisa pulang lebih awal dan tadi Tari minta tolong saya nungguin tante yg lagi sakit.. kali aja butuh apa-apa” Sahut Ronie sopan, senang… Lumayan ngobrol dengan Ronie, penderitaanku agak berkurang…

” Ron, kamu bisa mijit ga..? tolongin pijitin tante dong bentar… leher tante kaku…” pintaku ke Ronie tanpa canggung, karena memang kami sudah akrab sekali, bahkan buatku Ronie kaya anakku sendiri. Ronie duduk menghadapku punggungku pijatan demi pijatan kurasakan… tanpa kusadari sentuhan tangan lelaki muda itu terasa nikmat sentuhan lelaki yang tengah membangkitkan birahi diberikan perempuan… aku mulai mendesah resah… mulai api birahi dengan cepat membangkitkanku tanpa ampun…. sementara tanpa kusadari kimonoku sudah semakin melorot, terdesak tangan Ronie yang kini memijit daerah pinggangku, atas permintaanku sendiri untuk memijit lebih turun…. uuuhh… dadaku sesak.. akibat tete’ku yang semakin mengencang….aku ingin ada yang meremasinya… Sssshhh.. ooohhh… gilaaa… ngga tahaann… kupegang kedua tangan Ronie,
“Eeh… tante…?” bisik Ronie bingung dari belakang tubuhku

” Ron… tolong remasi tete’ tante…” desisku resah… merasakan sentuhan tangan lelaki pada buah dadaku yang mengencang…. Benar-benar hilang sosok Ronie yg sehari-hari adalah pacar Astari anakku.. yang ada dibenakku saat itu Ronie adalah lelaki muda bertubuh tegap… Ooouuh… Ronie mulai meremasi kemontokan buah dadaku…
” Yaaaaahh.. hhh…hhh… enaaaak Ronn.. ulangi lagi sayaaang.. oooohhh….” aku menggeliat resah… kugapai kepala Ronie dan kutarik ke arah tengkukku yang terbuka karena rambutku kusanggul ke atas… Ronie tak menolak dan melakukan permintaanku untuk menciumi tengkukku..

” Ciumi leher tante… hhhmmm..sssshhh.. yaaahh.. kecupin sayaaang.. aaaaccchh… sssshhh..” bisikan dan desah mesraku memandu Ronie melakukan apa yang kuminta…Aku semakin gemas, gemetaran hebat… kimonoku tinggal menutupi tubuh bawahku karena tali pinggangnya masih ada. Kubalikkan wajah, wajah tampan kupandangi Ronie yang matanya terbelalak pembohong membocorkan nanar tubuh bagian depanku dengan mimik karuan. Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya dan dengan penuh gairah kusosot bibir manisnya… anak muda ini gelagapan menghadapi pembohongnya bibirku yang mengulum dan lidahku lidahku yang menggeliat membuka mulut mulut… Tapi mulut mulut segera mengantisipasi, segera dapat mengatasi seranganku.

Baju seragam Ronie dengan cepat kulolosi dan… ooohh… dada yg gempal dan bidang dari salah satu tim inti basket di sekolahnya membuat gairahku semakin binal… Kudorong tubuh Ronie untuk rebah disofa… nafas jantannya mulai tak beraturan.. Mmm… pejantan muda ini mulai mengerang – erang dan tubuhnya menggelepar, bibir dan lidahku menjelajahi permukaan kulit mendekat, aksi bibir dan lidahku terus melata sampai ke pusarnya… Sssshhh… celananya tampak menggembung besar.. entah ada apa dibaliknya..? Jantungku berdegup kencang melihatnya… dan mataku terbelalak dibuatnya, sampai aku harus menahan nafas, ketika retsluiting celana abu-abu itu terbuka… kepala anak laki-laki menyembul keluar dari batas celana di dalamnya….aku dengan tergopoh-gopoh karena tak sabar melorotin celana seragam semuanya dengan celana dalam putihnya sampai ke lutut Ronie… Ooooohhh my God..! teriak dalam hati… menyaksikan batang video Ronie yang mengacung di antara pahanya… begitu macho, gagah, begitu indahku… begitu kepala penampilan yang besar tampak mengkilat…

Tanganku terasa bergetar ketika hendak menyentuhnya… Kembali Ronie menggerinjal kecil ketika tanganku bergerak mengocok batangnya… makin binal, kudekatkan aku untuk mengulum kepala binatang yang menggemaskan itu, sambil terus menggerakkan batangnya bergerak… gerakan tegap itu meregang hebat erangan keras… dan bibirku yang setengah terbuka dan beberapa detik dari kepala video itu merasakan semburan cairan yang hangat dengan menyebarkan aroma yang sangat kukenal dan kurindukan… apalagi kalau bukan peju lelaki… tanganku refleks mengocok batang video Ronie semakin cepat menggenggam yang lain mengurutkan kantung pelirnya…
Sementara kubiarkan peju yang sangat menyembur pengalaman ….kusambut dengan lidahku… mmmm… rasa khas itu kembali dikecap oleh lidahku…Terus terang aku sempat kecewa, dengan bobolnya peju Ronie….

Tapi beberapa saat batang tubuh yang masih dalam genggamanku, kurasakan tak terbatas pada tetap keras… tanpa buang waktu, aku di atas tubuh Ronie yang menggelosoh di sofa… dengan tubuhku jongkok mengangkangi tubuh Ronie, di atas Ronie… kutuntun batang perkasa belepotan peju itu sanggamaku yang sudah basah kuyub dari tadi… wooohh… ternyata kepala itu terlalu besar untuk masuk ke liang sanggamaku… Akhirnya dengan sedikit menahan perih, akibatnya otot liang sanggama yang dipaksa membuka lebih lebar.. kujejalkan dengan sedikit paksa ke liang sanggamaku yang sudah tak sabar untuk segera melahap mangsanya….

” Iiiiihhh… bantu dorong sayang…. Oooooowwwwww…” Aku merengek panjang ketika sedikit sedikit amblas juga batangan Ronie menembus liang sanggamaku.. diiring rasa perih yang menggemaskan…

” Ssssst… mmmhh… ayun pinggulmu ke atas sayaaang..” kembali aku menuntun pejantan muda ini untuk memulai persetubuhan…
” Aaaww… aahh… ooww.. pelahan burung duluuu sayaaang… kamu gede banget… perih tauuk..” aku ngedumel manja… ketika Ronie mengayun pinggulnya kuat sekali… Terasa mengalirkan baterai yang baru dicharge… aliran energi yang mengalir menyebar ke seluruh tubuhku … membuat saya semakin memainkan goyangan pinggulku… sementara Ronie ternyata cukup cerdas menyerap pelajaran, bahkan mampu segera mengembangkan… dengan posisi di atas, membuat sangat cepat mencapai orgasme… entahlah atau karena besarnya batang tubuh Ronie yang menyungkal rapat liang sanggamaku, sehingga seluruh saraf dinding liang sanggamaku rata dibesutnya… Luar biasa..!dalam waktu kurang dari lima menit setelah orgasmeku yg pertama, kembali aku tak dapat menahan jeritku mengantar rasa nikmatnya orgasme yang kedua… dan… hhwwwoooo…. aaammpppuuunnn..!!!!

Aku menangis menyesal setelahnya, berkali-kali Ronie memohon maaf atas kejadian yang terjadi siang itu…Tapi anehnya gairah seksualku yang meleset-letup tak terbendung itu, mereda setelah kejadian siang itu… Aktivitas normal kembali, tapi sudah hampir seminggu ini, aku tak pernah pernah melihat Ronie datang ke rumah.

Dia lagi sibuk Ma… dapat tugas antar sepupunya yang masih SD…” Jawab Astari ketika aku bertanya tentang Ronie yang tak pernah muncul… terang saja, sejak kejadian itu… pikiranku sangat kacau, disisiku sebagai Mama Astari aku sangat menyesal dan atas kejadian itu, tapi disisi aku sebagai wanita yang masih memiliki hasrat dan naluriah secara naluriah yang utuh… aku tak ingin melupakan kejadian itu… bahkan aku berharap kejadian itu terulang lagi….

Hampir sebulan sekali Ronie muncul ke rumah, akupun maklum, Ronie sebagai hijau, tentu mengalami kejutan dengan kejadian itu… disitulah muncul rasa bersalahku kepada Ronie dan Astari anakku… Tapi jujur ​​​​sejujurnya ada terselip rasa rinduku mengungkapkan wajah anak muda itu… Aku sering mengungkapkan dari balik gordiyn jendela, saat Astari turun dari boncengan Ronnie… mengapa berdebar-debar dan sedikit desiran birahiku menggelegak…

Pikiranku semakin kacau… setelah beberapa kali Ronnie diam lagi… Ronnie masih salah tingkah di depanku, walaupun aku berusaha menetralisirnya.. iiihhh tapi buat aku… otakku jadi ngeres melihat wajah Ronnie yg lugu… tidak… tidak terbayangkan ekspresinya ketika tengah menyetubuhiku beberapa waktu yang lalu ekspresi wajah yang begitu sensual dimataku pada saat dia melepaskan semburan spermanya… suara erangan dan nafas birahinya seolah-olah nempel ditelingaku… maka inilah yang mendorongku menerima tawaran Adrian seorang rekanku untuk makan siang di sebuah hotel berbintang dan setelahnya akupun menolak ketika ia mengajakku memasuki sebuah president suite di hotel itu,dengan alasan untuk mencari kesepakatan tentang pekerjaan… Walaupun yang terjadi adalah rayuan-rayuan mautnya yang kusambut positif…

dari remasan tangan… kecupan bibir… jilatan lidahnya yang nakal pada leherku… desah resahku… remasan gemasku… dan… lolosnya pakaian kami satu pertemuan… payudaraku yang mengencang akibat remasan tangan dan cumbuan ketertarikan… hhmmm… jilatannya pada clitorisku… batang fotonya yang berbentuk indah, perkasa… memaksa bibirku untuk mengulumnya… ooowww… nikmat hentakan tubuhnya menekan tubuhku… sodokan kejantanannya pada liang sanggamaku mengantarkan kenikmatan orgasme dua kali berturut-turut… 2 jam kami melewatkan waktu untuk bercinta siang itu,kekaguman Adrian atas permainan ranjangku yang begitu hot dan lihay… beberapa kali aku naik ranjang dengan Adrian lelaki tinggi berstyle dandy… kepuasan sex kuraih dengan sempurna dengan kelihayannya dia memperlakukan perempuan di atas ranjang… tapi bayangan wajah sensual bocah lugu bernama Ronnie itu tak juga sirna …
Sampai suatu malam hujan turun dengan deras… merencanakan malam itu Ronnie sedang dirumah, berbicara dengan Astari di ruang tamu… sedangkan aku menonton TV di ruang belakang…
”Ma, mas Ronnie mo pulang…” terdengar suara Astari dari belakangku…

”Eh… pulang..? hujannya gede banget, tunggu reda aja.. lagi rumah Ronnie..” jawabku spontan bangkit dari dudukku berjalan sambil dudukku… tunggu jam memang sudah terlalu malam untuk bertamu…

Ronn… ujan begini lebat, udah malem lagi… ntar ada apa-apa di jalan… sudah deh Mama kasih kamu nginep disini, tidur di kamar atas, besok subuh Mama bangunin kamu…” ujarku, terdorong rasa sebagai orang tua yang khawatir kepada anaknya disini … Ronnie menunduk salah tingkah ga berani menolak..

Tapi Ronnie harus menelepon rumah dulu tante…” sahutnya pelan… dan akhirnya menelepon Ronnie meminta izin orang tua Ronnie, yang ternyata menyambut baik…
Malam semakin larut, sementara hujan hebat diserta guntur dan kilatan petir… Aku tergolek di ranjang, tak dapat memicingkan mata… Siang tadi kembali aku melewati kencan ranjang tidur dengan Adrian…. tapi… entah kenapa kali ini… susah sekali mencapai orgasme… sampai 2 kali Adrian menumpahkan spermanya… sedangkan aku tak sekalipun.. Gilaaa… kenapa malah sekarang wajah bocah itu yang terbayang-bayang di malam dingin ini… iiihhh… birahiku meletup-letup gila … ampuuunn… sekarang bocah itu ada dilantai atas… tunggu apa lagi..???mmmm… bisikan setan.. aku tak menahan tubuhku yang berjalan manapaki tangga… dan kini aku di depan pintu kamarnya… tanpa ketukan pintu… ternyata Ronniepun masih belum tidur…

” Ronnie kamu belum tidur..?” bertanya gagap… kenapa aku jadi salah tingkah sekarang…?

” Tante juga belum tidur…?” sehingga… iiihh… jawaban tegas… aahh… siapa yang menuntunku duduk diranjangnya… mmm… darahku berdesir ketika tahu mata Ronnie mengungkapkan dada montokku yg memang tidak mengenakan bra, menempatkan susuku tercetak di depan belakang tempat tidurku yang berbahan tipis, sehingga semburat warna terang aura puting susukupun tampak jelas, kembali aku kehilangan kontrol… dan entahlah bagaimana awalnya dan siapa yang memulai….

“Ron…. sssst…. kamu piiiiinteer sekarangg… ooohh.. ammpuunn nikmaaaatnyaa…” desahku merasakan nikmat lidahnya pada klitorisku, membuat Ronnie tambah semangat… Ketika permainan yang sesungguhnya berjalan… sebagai wanita dewasa yang telah berpengalaman menghadapi gairah lelaki… aku dibuat megap-megap menghadapi serangan pejantan muda ini … ajaran batang video yang perkasa pada liang sanggamaku tak kenal ampun… saya membuat mengerang merintih bahkan berteriak setengah histeris… untunglah suara hujan yang lebat di timpa suara guruh dianggap suaraku…. luluh lantak saya dihajar ganas Ronnie… tapiku adalah sebuah sensasi sensasi yang sangat luar biasa.. yang mengantarkanku meraih dua kali kenikmatan orgasme….tubuh telanjang kami terkapar lunglai di ranjang yang kusut spreinya, tak ada sesal kali ini…

“Ronnie jujur ​​sama Tante… setelah waktu itu kamu maen sama perempuan mana…?” tanya data dg nada dingin.
” Aaah… nggak, sekali-sekalinya cuma sama Tante Arsanti..” jawab Ronnie agak menyebut namaku..

” canggih ga mungkin, kamu begitu bisa mencumbu Tante…?” desakku… dan akhirnya Ronnie menceritakan pengalaman setelah pengalaman seksualnya yang pertama, Ronnie banyak menonton blue film dan otak cerdasnya banyak menyerap gaya dan cara bercinta dari film-film biru yang ditontonnya…

“Mmmmm… kaciaaan… kamu tentunya kangen mencumbu Tante ya sayaang…?” bisikku sambil kudaratkan kecupanku ke prestasi, tubuhku bergerak menindih tubuh atletis Ronnie, tubuhku direngkuh dan tubuh kami tetap ketat… kuajarkan lembut permainan… mmmm… anak ini dengan cepat menguasai permainan baru yang kuajarkan… dengan telaten setiap inchi kami dirambahnya dengan remasan, gerayangan tangani yang nakal… jilatan dan kecupannya merambah setiap bagian tubuhku yang sensitif… tubuhku menggeliat erotis… kadang menggelepar pembohong… rintihanku mulai terdengar… tak dapat kutahan desahku… diselingi jeritan gemas…

” Ayo sayaang…hh..hhh… Tante udah ga tahan…” bisikku lembut, setelah aku nggak tahan lagi merasakan kuluman dan jilatan Ronnie pada clitorisku…

” Aoooouuuhhh… Roooonnn….hhh…hhhh…” suaraku terdengar bergetar memelas… mataku meredup sayu mengungkapkan wajah imut Ronnie, manakala liang sanggamaku untuk kesekian kali kali ditembus batang bongsor milik Ronnie, namun kali ini Ronnie menekan sekali, sehingga terjadi nikmaaaaat yang lama … sehingga kedua kakiku yang berada di luar pinggang seolah mengejang, tak tahan menahan kenikmatan yang biasa…

“Enaaak Tante..?” bisiknya lembut sambil tersenyum manis, ketika liang sanggamaku sudah tak ada lagi tempat bagi batang musiknya… iiih… mencuri perhatian… aku menjawab dengan mengangkat alis… bibirku kembali menyambar bibir yang menggemaskan itu… ciuman dan kuluman panjang dimulai, dorongan gelegak birahi kami memang luarbiasa, permainan semakin panas dan semakin pembohong, ekspresi kami total menyembur tanpa kendali…kembali tubuhku dihentak-hentak oleh tenaga perkasa Ronnie dengan garangnya…jeritan dan rintihanku silih berganti ditimpa dengan nafas birahi ronnie yang mengeros buas…

“Aaaahhhh….. Roonnnie saaayang…. aammppuuunn…ooowww… ssshhh… niiikmaaat banggeet ssiih…???” rengekku dengan suara memelas, namun tarian pinggulku dengan gemulai masih dengan sensasi mengcounter rajaman batang batang Ronnie di liang sanggamaku sehingga terdengar bunyi berceprotan di selangkanganku… gillaaa.. susah untuk kuceritakan malam itu…
“Tante…hhh…hh.. Ronnie ampiir… sssshhh ..” desis ronnie dengan suara bergetar… matanya melihat ke belakang… iiihhh mengerikan, tapi aku menyukai ekspresi ini
“Ayoooo sayaanggg…. semburkan bareng Tante… ooooohhhh….!!”Ya amppuuun… dahsyat sekali… gempa terguncang-guncang hebat, akibat hentakan tubuh Ronnie menghajar liang sanggamaku pada detik puncak… mulutku menganga lebar tanpa suara, genggaman erat tepi pinggir…. dan entah apa yang terjadi, karena pada saat itu orgasmekupun meledak dahsyat…

Entah berapa lama suasana hening, hanya suara nafas kami terengah-engah yg terdengar…. hujan di luar sudah berhenti juga….
” Tante… boleh Ronnie sekarang pulang, hujan kayanya sudah berhenti…” suara Ronnie memecah keheningan…

”Hmm… sebenernya Tante masih pingin meluk kamu, pingin cumbuin kamu sayaaang… ini ditinggal buat Tante aja yah..?” sambil kuremas batang video yg masih sembab…
“Titit kamu buat Tante aja ya sayaang… jangan buat orang lain… apalagi buat Astari… awas Tante bisa marah besar..” sambungku dengan nada serius… Ronniepun mengangguk tegas. Kuantar Ronnie ke garasi tempat motornya diparkir, kubiarkan tubuhku bugil, bulat…. Gila… digarasi masih sempat melakukan oral sex… kutelan habis peju segar yg menyembur di dalam mulutku…. Capek yang luar biasa kurasakan setelahnya, rasanya terasa lengket-lengket dan bau gak jelas…