Kisah Penyiksaan Lisa dan OMNIBUSLAW Chapter 3 End

0
526

“Lis,” suara Mona menghentikan lamunanku yang sedang menatap jam dinding di rumah Mona yang kami sewa untuk usaha kami.

“Eh Mon,” ujarku melihat ke TV yang sedang menayangkan tubuh telanjangku yang diparadekan saat demo minggu lalu. Tentunya di TV aku disensor habis-habisan.
“Polisi masih mencari siapa perempuan pelaku porno aksi saat demo kemarin dan ketika ditanya pra buruh tidak ada yang mengaku mengenalnya. Mereka selalu bilang dia datang sendiri dan pulang sendiri tidak ada yang mengetahuinya. Polisi bilang masih dalam proses penyelidikan.”

“Gila ya itu cewek, pake badannya buat demo. Sinting emang ! apa untungnya bagi dia ? Murahan banget.” ujar Mona mengomentari. “Mungkin hyper sex kali. kelainan” ejeknya sambil ketawa. “yang kayak gini nih yang bikin kesannya cewek tuh muarahan. Pengen gw siksa kalo ketemu cewek ginian biar gak ngerugiin orang.”Tamat cuukkk.. Tamat..Halaman Utama : Akibat Vacuum CleanerEND – Akibat Vacuum Cleaner Part 04 | Akibat Vacuum Cleaner Part 04 – ENDSebelumnya ( Part 3 ) | ( MainMenu) Selanjutnya

“Ah….i-iya….” ujarku.

“Sejak u sakit kemaren u jadi lebih diem,” ujar Mona. “Masih sakit emangnay Lis ?” tanya Mona cemas. ya aku berbohong kalau aku sakit selama minggu lalua dan charger HPku rusak makanya aku tidak bisa dihubungi hampir 4 hari. Tentinya aku tidak bercerita kepada seorangpun kalau aku diperkosa dan diparadekan di saat demo. Bahkan polisi seakrang sedang memburuku.

Untuk urusan Buruh, koordinasi mereka sangat rapih sampai saat ini polisi sepertinya tidak mencurigai ke arahku. Apalagi aku kan mahasiswi dan entrepreneur pasti tidak akan ada yang menyangka kalau aksi itu paksaan.

Aku dan Mona kembali bekerja mempacking beberapa barang bersama dengan para staffku. “Btw, skirpsi loe dah ga ada revisi ?” tanya Mona.
“gak ada sih, udah beres semua minggu lalu. kan gw pake bisnis kita jadi sumbernya makanya cepet di ACC tanpa revisi,” ujarku. “Tinggal tunggu wisuda.”
“Enak bener tengah semester Skripsi dah beres ! Dunia ini emang gak adil !” Mona langsung manyun.
“Suruh siapa loe cari topik berat-berat.” timpalku.
“Loe tidur ama dosen pembimbing loe ya !” tukas Mona becanda.
“Heeee sembarangan ngomong !” uajrku melempar paket baju yang sedang kupacking ke muka Mona. Kami tertawa dan ngomongin ebberapa teman dan dosen sambil packing dan mengurus beebrapa hal untuk toko online kami.

“Stok lusa harus diitung ulang deh,” ujar Mona yang kesulitan mencari satu barang. “Ini yang pesen ada 4 orang stok tinggal 3, gimana coba ?”

“Biasa staff, pasti salah itung pas awal masukin stok.” keluhku.

“Ci HPnya bunyi,” ujar salah satu staffku yang sedang packing melihat HP di mejaku yang nyala mati.
“Oh iya !” aku melihat HPku dan ternyata hanya alarm menunjukan jam 4 sore. Seketika aku menghela nafas.
“Gw cabut ya, gw mau balik dulu. Dah jam 4.” ujarku.

“Biasa u di sini sampe malem sekarang cuma sampe jam 4 ?” protes Mona.
“gw kan emag sering pulang sore makanya Skripsi gw cepet beres. Mau masak buat makan malem, beres-beres. lagian cuma packing urusan anak-anak ajalah. Kan dah dibayar gajinya biar gw bisa leha-leha dikit !” ujarku sekenanya ke Mona.

“Ya udah ati-ati,” ujar Mona.
“Jangan kecapean, loe baru sembuh !” ujarnya lagi.

“I-iya…” aku berjalan keluar ke mobil Ertiga silver stone yang kuparkirkan di depan rumah Mona. Ya walau sebetulnya papakus empat menawarkanku menggunakan BMW dan beberapa sedan lainnya aku memilih Ertiga karena beberapa alasan yang penting. Ertiga sudah pabrik buatan Indonesia, jadi spare partnya murah dan mudah didapet. Dan mobil Suzuki pajak dan perawatannya jauh lebih murah daripada mobil eropa atau seamcam honda dan toyota. Jadi uang jajanku bisa kugunakan lebih banyak untuk modal usaha. Selain itu karena aku berjualan barang jadi kadang ada pembelian B2B juga yang perlu mengantar barang, mobil Ertiga yang kapasitasnya besar lebih mudah. Avanza terlalu amhal, dan Mobilio perwatannya mahal, jadi setelah mengobrol dengan banyak orang akhirnya kupilih Ertiga Silver Stone yang juga supaya kalau aku malas mencuci tidak terlalu terlihat kotor.

Sesuai kata Gary Vee bahwa yang penting fungsinya, jangan gengsi apalagi masih pake duit papa. Papaku sebetulnya protes katanya kalau aku pakai mobil beginian nanti cowok yang deketin aku gak kaya. Kalo pake BMW yang deketin at least yang levelnya diatasku ato selevel ekonominya. Tapi aku bilang bahwa aku mau kaya sendiri bukan jadi istrinya orang kaya. Ntar dia selingkuh ato mati ato bangkrut aku gimana kalau aku tidak bisa menghasilkan uang sendiri. Tapi aku bilang aku mau budgetnya BMW tapi sisanya aku pakai Usaha. Papaku langsung setuju dengan syarat aku ahrus mengajukan bisnis planku kepadanya dan dia harus approve. Tapi nyebelinnya setelah usahaku lumayan papa bilang aku harus bayar cicilan hutangku untuk beli mobil dan modal usaha. Gak apke bunga sih, tapi akta papa supaya aku bisa bangga sendiri nanti di masa depan kalau ini semua hasil jerih payahku, papa cuma minjemin aja, bukan kasih modal.

Mungkin hidupku sudah nampak sangat gemilang dengan kondisiku sekarang, ya omset perusahaan kecilku sekarang dengan berjualan pakaian dengan aku dan mona menjadi modelnya sudah mencapai 500-600 jutaan Dengan harga pakaian 100-200rb dan sehari terjual sekitar 100-150 paket.

Untungnya sebetulnya hanya 20% satu transaksi keuntunganku paling ebsar adalah 50rb. Jadi keuntungan bersihku dengan Mona sekitar 100-150juta. ubayarkan pegawai Packing dan staff 10 Orang dengan oeprasional sekitar 50juta perbulan. Sisanya aku bagi dua. Lumayan banget untuk anak kuliah sepertiku.

Tapi sejak kengerian kemarin semua sekarang berubah. Aku tidak lagi pulang ke apartemenku, melainkan aku pergi beberapa KM menuju area pabrik dimana aku diperkosa. Aku baru saja kemarin menyewa sebuah kosan sederhana murah. hidupku sudah berubah drastis sejak dilepaskan oleh para buruh.

Aku kini dalam genggaman mereka, kalian tentu ingat si perempuan sadis berkerudung yang selalu menyiksaku. namanya Nur. Nur memintaku menyerahkan buku tabunganku dan menyita semua uangku. Lebih tepatnya diambil olehnya. beruntung aku tidak bodoh. Aku memiliki 2 tabungan, yang satu kugunakan untuk sehari-hari dan yang satu kugunakan untuk menabung dan simpanan. Kebanyakan uangku disimpan di tabungan yang menabung, tabungan ini juga sebetulnya uangnya tidak begitu banyak karena kebanyakan dalam bentuk deposito dan juga obligasi pemerintah. Sehingga aku hanya menyerahkan tabungan harianku yang langsung dikurasnya habis. Isinya hanya ada 20 jutaan dan sekejap mereka ambil.

tanpa mereka ketahui aku segera mengamankan tabungan utamaku dan menyimpannya dalam brankas bank. Aku bilang aku hanya anak kuliah karena aku memang masih berkuliah dan aku mengaku semua hartaku adalah harta papaku. Mereka percaya dan hanya mengambil tabungan harianku yang menurut mereka cukup banyak jumlahnya untuk mahasiswi. Kubilang aku sudah mau lulus jadi aku memang mencari kerja dan tidak lagi mendapat uang jajan lagi.

Nur kini memiliki akses untuk mengecek mutasi rekeningku dan aku harus hidup dari pendapatan gajiku saja tidak boleh aku mendapat uang dari papaku atau dari siapapun. Setiap dia melihat transaksi mutasi uang masuk ke rekeningku yang bukan gajiku dia akan menyitanya. Sisanya aku bebas gunakan untuk kehidupanku. Lalu dari mana aku mendapatkan gajiku ?

Aku sekarang dipaksa kerja sebagai buruh oleh Nur. Bukan buruh biasa, melainkan buruh seks. Gajiku sesuai dengan gaji buruh UMK yaitu 4.2juta sekian. bagaimana para Buruh itu menggajiku ?

Nur menjualku kepada buruh-buruh di pabrik-pabrik sekitar dengan harga cukup murah. Yaitu 50 ribu sekali crot bebas di lubang manapun atau 300ribu sejam bebas crot di semua lubangku. ya sungguh hargaku bukanlah harga pelacur hotel kelas menengah, hargaku adalah harga pelacur kelas buruh. Sungguh menyedihkan.

Jika aku sedang tidak laku, Nur dan teman-teman buruhnya akan menyiksaku dan memvideokanku untuk dijual videonya dengan harga 20rb/copy di secret chat telegram agar tidak bisa di forward dan dishare oleh penerima video tersebut.

Aku sekarang tinggal di sebuah kosan sederhana sementara apartemen papaku yang biasa kutinggali kubiarkan saja kosong. Sebetulnya ini lebih menyedihkan dari kosan sederhana campuran tempat tinggal para buruh pabrik. Nur mengaturkan agar aku tinggal di tempat ia ngekos. Dan akrena merupakan kos campuran dan sudah tidak ada kamar lagi maka Nur dan si pemilik Kos yang kejam menyewakan gudangnya padaku seharga 500rb per bulan. ukurannya 1,6 x 2 meter. Sangat kecil, hanya sebesar ranjang Queen Size. Dan tidak ada kasur, mereka hanya memberiku sebuah kardus untuk alas tidurku. Aku boleh membeli kasur jika sudah gajian akhir bulan nanti.

Di ‘kamar’ku ini hanya ada kardus sebagai alas tidurku, kemudian sebuah mangkuk anjing bertuliskan ‘LISA’. Sebuah rantai yang sudah dicor ke dinding untuk digembok ke collar yang harus selalu kugunakan di kamar. Dan ada sebuah koper tempat menyimpan pakaianku. Hanya da 3 pasang celana dalam yang boleh kugunakan saat mens. 2 Bra berwarna pink dan putih yang boleh kugunakan sesekali jika diijinkan. 10 baju atasan berupa kemben, tanktop, sabrina, crop top, dan pakaian mini lainnya. Tidak ada tshirt yang tersedia. Serta rok pendek yang kumiliki 5 buah. Sisanya ditingalkan di apartemen. Aku harus hidup dengan itu semua dibawah kekejaman Nur. Nur tinggal di kamar sebelahku dan ukuran kamarnya 2×3 meter dengan kasur busa dan sebuah lemari serta ada kipas angin dan jendela serta ada beberapa barang-barnag miliknya. Ia juga hidup sederhana tapi setidaknya tidak menyedihkan.

Aku hanya bisa pasrah memarkirkan mobilku di lapangan parkir dan berjalan ke kosan yang berjarak sekitar 200 meter dari lapangan parkir yang kubayar juga 150rb per bulan.

Aku masuk ke kosanku, dan pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah mandi aku hanya boleh berbalutkan handuk untuk berjalan kembali ke kamar. Aku kembali ke kamarku dan mengelap kering diriku dan memilih pakaian. Kuputuskan menggunakan rok mini putih dan kemben kuning muda. Lalu aku kembali berjalan ke luar Kos dan menuju tempat kerjaku. Ya Ironis dan kejam, tempat kerjaku adalah gedung gudang tak terpakai tempat aku disiksa.

Aku berjalan dan jam menunjukan pukul 6 kurang 15 menit ketika aku sampai ke gedung itu. Di pintu masuk komplek pabrik ketika aku masuk si satpam sudah mengenaliku. “langsung ke gedung belakang ya,” ujarnya sambil tangannya meremas payudaraku. Aku hanya pasrah. “i-iya”

Aku berjalan menundukan kepalaku ke bagian gedung di samping belakang yang terbengkalai. Kulihat gudang tak terpakai yang sudah reot itu. Tempat terkutuk penyiksaanku.

Kulihat ada seorang yang pernah menyiksaku. Aku tidak tahu nama mereka karena saking banyaknya orang yang menggunakanku, aku hanya ingat beberapa wajah mereka.
“Ma-malam tuan,” ujarku menundukan kepalaku ketika mau measuki gudang itu. Aku sambil menunduk dan melewati si pria yang menjaga pintu masuk gudang tersebut. Pintunya sebetulnya sudah tidak ada, hanya ada lubang pintu dan pintu yangs duah terlepas.

“enak aja !” tiba-tiba aku ditarik kembali keluar secara kasar.
“Buka baju loe di sini ! masuk ke tempat kerja berpakaian harus seragam. Seragam loe adalah bugil !” bentaknya. “Buka baju loe di sini, dan sebelum masuk ijin masuk dulu. Dalam keadaan telanjang u harus menyembah siapapun yang jaga dan nunggu dipersilahkan masuk. Loe gak pernah diajarin sopan santun ya ?” ia menampar pipiku dengan kasar kemudian menjambak rambutku lalu ia meludahi wajahku.

Kemudian dia mendorongku.
“buka baju loe, ato gw cabik-cabik baju loe biar pulang telanjang !” ancamnya

“i-iya tuan,” ujarku pasrah. Ya ini memag SOPku sejak aku bekerja di sini 2 hari lalu, karena penjaganya bergilir kupikir aku akan lolos, tapi ternyata mereka sudah sepakat untuk SOPku.

Aku membuka pakaianku kemudian melipatnya dan menyimpannya di lantai ambang pintu untuk keset. ya setiap pulang dari pemerkosaan aku akan berpakaian menggunakan baju yang sduah jadi keset semalaman. Sungguh menyedihkan sekali bukan hidupku ini ?

“Tuan, ijinkan lonte ini bekerja,” ujarku menyembah hingga kepalaku mencium ke sepatu si penjaga pintu. Dia kemudian menginjak kepalaku dengan kaki kirinya, “pinter kamu Lisa. Sana merangkak masuk kamu !”

Dia melepaskan injakannya dan membiarkanku merangkak masuk seperti anjing ke gudang kotor itu.
Inilah kehidupanku setiap malam mulai sekarang. Entah hari ini ada berapa banyak siksaan dan perkosaan yang harus kuhadapi, tapi aku terpaksa menjalaninya hingga mereka melepasku.

Kulihat para buruh mulai bermunculan siap menggilirku…… dan penderitaan panjangpun akan dimulai.

RAMALAN MIMPI

Tamat cuukkk.. Tamat..

Halaman Utama : Kisah Penyiksaan Lisa dan OMNIBUSLAW

END – Kisah Penyiksaan Lisa dan OMNIBUSLAW Part 03 | Kisah Penyiksaan Lisa dan OMNIBUSLAW

Sebelumnya ( Part 2 ) | ( MainMenu) Selanjutnya