Joni Kroco : Duel Maut di Pulau Karang Chapter 16

0
318

rambut gua… rambut indah pantene gua…  rintih gw putus asa sambil megangin kepala gw yang sekarang plontos kaya saitama…

sob gw harus gimana neh Amerta sepertinya cuma bisa meregenerasi organ dalam dan kulit gw yang dibakar ma Animusnya Elang…. rambut charli ST 12 gw gak ikut diregenerasi…

gak papa mbek… cowok itu dilihat dari perangainya… bukan dari model rambutnya… lagian kamu tambah ganteng kok, hehehehe….  kata Tara, mengusap kepala gw yang lebih licin dari gundu…

gw bekaca di genangan aer… emang sih gw jadi putih… kayanya gara-gara dibakar hidup-hidup, daki yang mengerak selama bertahun-tahun ikut terkelupas (ngelethek kalau bahasa jepangnya ) dan diregenerasi lapisan kulit baru…

Joni Kroco
Jadi gundul gara-gara dibakar hidup-hidup di episode sebelumnya
(ilustrasi sementara sampai ketemu gambar yang pas)

Naga
(Anggota Hayabusa Family, Klan Yakuza kuat yang dijodohkan dengan Sheila)

Tara
(Kimcil imut yang bisa ngeluarin Animus Level S)

Red Queen
Ratu Dunia Hitam, nyokapnya Sheila
(diduga kuat memiliki hubungan dengan Joni)

Elang
Anak angkat Red Queen, orang kepercayaan Tartaros
(otaknya lagi dalam pengaruh telepatis sekong bernama The Hangman)​

Red Queen dan Pasukan Marinir TNI AL dengan cepat menguasai bekas pangkalan jepang yang dijadikan pelabuhan peti kemas itu… Serangan frontal terhadap ibukota telah membuat geram petinggi-petinggi di istana dan menyatakan perang terhadap grup teroris internasional… tidak sampai 12 Jam, Armatim yang berpangkalan di Makassar sudah dikerahkan ke Morotai untuk menegakkan kembali kedaulatan negara….

Gw nyariin emak gw, tapi gak ada sob… adanya malah Red Queen yang lagi koordinasi sama komandan pasukan… di deketnya ada Elang versi sekong, si peserta BPJS yang udah diiket pake rantai sama Naga…

sekarang saatnya  perintah Naga kepada Tara…

Cewek SMP imut yang mengenakan tactical suit hitam itu mengangguk, mengeluarkan cyto ject kecil dari tas pinggang bergambar balveer… jarum mikro segera mempenetrasi lapisan kulit di tengkuk Elang sampai sumsum tulang belakangnya…

Nano machine prototip terbarunya Hayabusa Corporation di Jepang,  jelas Tara…  dirancang dengan teknologi yang sama dengan Prana Obstructor untuk memblokir kemampuan lawan dalam mempengaruhi kerja otak…

Satu ampul penuh diinjeksi….

tunggu pembalasan eike… dua orang cewek ini akan eike jadikan peliharaan hihihihihi….

gak lama berselang, Elang versi sekong ambruk ke tanah… The Hang Man kehilangan kuasa atas tubuh inangnya…

Sekarang permasalahannya adalah Sheila dan Aika… Kami harus berpacu melawan waktu mengejar Hovercraft yang sekarang sudah meluncur menuju perbatasan Filipina… 5 unit fregat TNI AL sudah dikerahkan untuk melakukan intersepsi, tapi sepertinya di atas kapal musuh terdapat Animus User level S yang mampu mengendalikan cuaca, sehingga mereka lolos dari blokade…

musuh sudah mencapai pulau tak berpenghuni yang menjadi persembunyian Gerilyawan Bangsa Moro untuk mengisi bahan bakar… TNI tidak akan mengambil resiko dengan merusak hubungan diplomatik memasuki teritori Filipina dengan kekuatan penuh… ini adalah black ops…  kata Red Queen kepada Naga dan Tara…

Rencana Red Queen sederhana: Naga dan Tara, dua orang animus user level S akan bergerak sebagai pengalih perhatian, menyerang garis depan musuh di pesisir selatan dengan pesawat V-22 Osprey milik Red Queen yang dipersenjatai dengan misil dan senjata berat…. sementara gw dan satu regu pasukan Denjaka yang bersimpati pada Brigjen Jafar akan bergerak dalam operasi senyap buat menguasai Hovercraft musuh yang sedang mengisi bahan bakar di dermaga kecil di pesisir timur… Pesawat amfibi sudah disiagakan di perbatasan untuk melakukan ekstraksi begitu objektif dicapai…

gw gak ngerti sob… kenapa gw bisa ikut di dalem perahu karet yang bergerak menembus kegelapan dini hari sama abang-abang tentara yang kayanya risih ngelihat ada tuyul gundul ngikutin mereka… beberapa ngelirik sinis ke gw… beberapa baca ayat kursi…

tenang bang tentara… gua paling jago pura-pura mati… kata gw sambil ngemut coki-coki…

Pesawat V-22 Osprey itu melayang rendah di atas permukaan air sebelum melesat ke jurusan yang berbeda…. langit di depan kami gelap, padahal harusnya udah pagi ne sob… di kejauhan awan hitam dan halilintar nampak berpusar menyelubungi sebuah pulau karang misterius….

Kedengeran suara geledek gede bersamaan dengan ledakan di sisi pulau yang lain… gw gak tahu apa yang sedang terjadi dengan Naga dan Tara… yang jelas gw ngelihat tiang api raksasa mejulang ke angkasa disusul kumparan petir gede yang menyambar dari langit… angin berhembus makin kencang dan di bawah kami lautan berubah ganas dengan ombak yang bergulung-gulung mengombang-ambingkan perahu karet kami…

Sersan di pasukan gw mengarahkan perahu kami 500 meter jauhnya dari dermaga, di sebuah ceruk karang yang tak terlihat…. skill mata gw bisa menangkep hovercraft musuh yang ditambatkan di dermaga kayu disampingnya terdapat fregat siluman dari kelas La Fayette… beberapa pasukan afrika nampak sedang bernegosiasi dengan anggota gerakan separatis Filipina untuk menukarkan bahan bakar dengan peluncur misil Javelin…

Hujan deres menyambut gw begitu menginjakkan kaki di pulau karang yang nyaris gak ditumbuhin pepohonan… pasukan Denjaka, unit elit TNI AL bergerak dalam formasi senyap menyisir pesisir timur pulau di balik karang yang tersembunyi dari pandangan musuh… gw cuma bisa ngikutin dari belakang… kontur pulau yang berkarang dan berbukit-bukit membuat gw susah memijakkan kaki di atas karang licin…

Hujan deras menyembunyikan sosok-sosok hitam yang melangkah tanpa suara… menghabisi satu persatu tentara bayaran afrika atau separatis filipina yang lengah… penjagaan nampak tak begitu ketat karena pasukan musuh kayanya terpancing oleh serangan Naga dan Tara di pesisir selatan sob…

Sampai akhirnya di sebuah daerah berkarang yang luas, pemimpin pasukan kami mengangkat kepalan tangannya, pertanda waspada…

Gw ngelihat siluet kekar berdiri menantang di atas bukit karang… gak ngebawa senjata lain selain pisau komando gede di tangannya… hujan deres ngebasahin otot-otot itemnya yang segede mike tyson dan telanjang dada… lalu kilatan petir menampakan muka gundul item dengan bibir dhower yang udah menodai Sheila…. Kol Membhle…

(sebut saja) Kol. Membhle
(pemimpin tentara bayaran, badan gede segede mike tyson )​

pemimpin pasukan gw memerintahkan pasukannya bergerak menyebar dan mengepung Kol Membhle… hati-hati ia membidikkan senjatanya ke arah kepala item yang lebih jelek dari patung asmat… namun belum sempat ia menarik picu… Kol Membhle udah berada di belakangnya dengan pisau yang menembus sampai jantung…

WELCOME TO THE HELL… bisik Kol Membhle, merobek dada lawannya…

kyaaaaaa!  gw ngejerit imut terus lari menjauh…

Dua orang tentara langsung emosi komandannya dimatiin ma si kolonel… rentetan tembakan segera menyalak… namun sabetan pisau kolonel yang secepat kilat membuat kepala mereka menggelinding di atas karang… satu orang menghunus pisau, berniat menandingi Kol Membhle dalam jarak dekat…. namun tendangan Kol Membhle membuatnya terpelanting menghantam karang…

Sama seperti Macan, Kolonel Membhle keknya bisa ngelihat arah vektor peluru musuhnya sob… ditambah ia bisa bergerak dalam kecepatan yang sama seperti Aika… membuat tak satupun peluru yang dilepaskan pasukan khusus mengenai tubuhnya…

satu persatu anggota pasukan meregang nyawa di ujung tajam mata pisaunya… rentetan senjata terdengar bersahut-sahutan dengan jeritan brutal serdadu-serdadu yang menyabung nyawa…. hujan turun makin deras… dan sekarang gw baru tahu gimana kejamnya medan perang sebenarnya….

Waktu gw sadar… gw udah berdiri di depan belasan mayat temen-teman gw… muka dan dada Kol Membhle berlumuran darah, dan di ujung pisaunya masih nyangkut potongan usus… dan di bibirnya nyangkut potongan pantat yang dikunyah-kunyahnya biar greget…

siapa bilang gw takut..? gw gag takut! Gw orangnya gak kenal takut sob! Skill berantem gw juga udah ditempa selama 3 tahon di medan tawuran… gir, celurit, rantai… enteng mah… klo gag percaya tanyain ja sama alumus Boedeot ato Poncol… smw pasti kenal ma yg namanya Joni Kroco.. soalnya gw dah kondang banget sebagai orang yang paling jago tereak dan pura-pura mati…

tapi sekarang gw harus behadapan sama pemimpin tentara bayaran dari benua hitam sob… gw puter-puterin aja sob golok gw macem Rudi Choirudin lg birahi, sambil tereak2 hayo lo! Hayo lo! Sini lo! Takut loe sama gua?! haaah?! Takut loe?! Hah?! SAMA! GUA JUGA TAKUT!  jerit gw dengan harapan lawan gw keder…

tapi Kol Membhle cuma senyum dingin terus menaikkan pisau komandonya….

behold….

dalam sekejap Kol Membhle udah berada di belakang gw…. gw bahkan gak sempat mengaktifkan dharana… karena tahu-tahu aja ujung tajam pisau si kolonel udah mengarah telak ke kepala gw dari sudut mati gw….

gw cuma ngandelin refleks aja sob, lari menjauh sekenceng-kencengnya, terus sembunyi di balik batu gede…

T-T-TOP-T-TOPAN! TOPAN! C-C-C-CEMEN LU! BERANINYA MA ANAK KECIL! GUA BILANGIN EMAK GUA TAR!  ancam gw sambil mengambil kuda-kuda tapi keknya lebih mirip sama kuda lumping habis mabok beling…

Gw harus waspada, Dharana gw pusatin sampe batas maksimal buat mengunci pergerakan lawan… musuh keknya bukan orang sembarangan neh sob! Badan segede Mike Tyson, tapi gerakan lincah macam Boi Boi Boi! Dan yang pasti manusia biasa gak bakalan bisa ngelakuin gerakan kilat macam ninja barusan…

Animus User ?  desis gw, mengusap luka yang tahu-tahu sudah memanjang di pipi gw tanpa gw sadari…

Kol Membhle tergelak…  ive told you kiddo… in battlefied… there are no mumbo jumbo like that…

entah knp, gw ngerasa de javu sama kata-kata si kolonel…

Animus hanya membantu mengeluarkan 100% kemampuan tubuh yang seharusnya memang dimiliki oleh semua orang… jadi kemampuan kalian tidaklah istimewa, mate… you are nothing selain bocah-bocah ingusan yang merasa diri mereka orang terpilih…

DIEM!  bentak gw galak, padahal kaki gw dah gemeter sob…

Someone once told me… kemampuan tempur tidak bisa didapatkan dalam sehari… tidak ada yang namanya bakat… yang ada hanyalah konsistensi dan persistensi…

Kembarannya Mike Tyson itu membungkuk, memasang kuda-kuda…. gw bisa ngelihat tetesan air hujan mulai menimbulkan uap panas yang mengepul dari otot-ototnya….

Tara, si dokter kimcil tadi sempet ngejelasin ke gw: sama seperti Dharana yang memperkuat bagian sensori otak dalam mempersepsikan gerakan lawan, energi prana juga bisa dialirkan ke bagian tubuh tertentu buat memperkuat serangan atau menambah kecepatan…

Pada prinsipnya, bagian aktin dan miosin pada sel otot lurik bereaksi terhadap perubahan potensial prana, itu yang membuat otot bisa berkontraksi sehingga manusia mampu menggerakkan anggota tubuhnya… (jangan tanya gw artinya, gw jg gak ngerti biologi)

dengan memanipulasi volume dan konsentrasi prana pada otot tertentu… seseorang bisa mengkontraksikan ototnya dalam kecepatan atau kekuatan di luar ambang batas… sehingga mampu bergerak lebih cepat dan lebih kuat dari manusia biasa… gak cuma Animus User… biksu shaolin… klan ninja… yogini dari gunung himalaya selama berabad-abad telah mempraktekkan metode ini…

ilmu kanuragan…  desis gw menyimpulkan…

THIS IS NO MAGICAL POWER LIKE ANIMUS… THIS… IS… PURE HARDWORK AND TRAINING… THIS… IS… PERSISTENSI!”

tentara bayaran itu memusatkan kekuatan prana pada otot-otot kakinya dalam batas maksimal sampe urat-uratnya keluar semua… lalu melesat dalam kecepatan yang sama kaya Aika… meski udah make dharana, gw cuma bisa samar-samar nangkep klebatan pisau yang mengarah ke kepala gw…

DIEEEEE! jerit Kol Membhle…

Gw bahkan gak tahu kemana arah serangan musuh, gw cuma mengikuti naluri, menangkis dengan golok gw…

TRANG!  bagian tajan senjata saling berbenturan dengan kekuatan penuh… injeksi prana ditambah tenaga dari orang segede mike tyson yang menghantam tubuh kerempeng gw bikin gw terhuyung di atas permukaan karang yang gak rata…

JANGAN ANGGAP ENTENG JONI KROCO!  dalam keadaan terdesak gw masih bisa bales ngebacokin golok gw, tapi keknya Si Kolonel bisa ngelihat arah serangan gw sob! Dengan enteng, Kol memble menghindar dengan footworknya yang lebih lincah dari chris jon… ditepisnya punggung tangan gw, sambil tangan satunya menghujamkan pisau komando ke leher gw… mampus… gw gak sempet menghindar… klo aja Prana gw masih full, gw masih bisa make Amerta… tapi sekarang… sekarang….

Out of the night that covers me.
Black as the pit from pole to pole…

I thank whatever gods may be
For my unconqureable soul…

Sayup-sayup gw ngedenger suara orang ngomong pake bahasa inggris dari dalam dimensi keempat… gw gak ngerti artinya… yang jelas gw ngerasa merinding ngedengernya… Izroil kah? Batin gw…

Gw gak ngerti… kenapa justru saat malaikat Izroil mw ngejemput gw… seringai dingin justru muncul di bibir gw…

Gw cuma bisa ngedenger sayup-sayup bibir gw berbisik…  die…

JLEBH!

geledek gede kedengeran mengelegak dari langit… waktu gw sadar, Kol. Membhle sudah mengusap darah yang mengucur di pipinya… codet gede sekarang udah menghiasi muka si kolonel yang lebih jelek dari ondel-ondel hidup… sementara serangannya hanya mampu menggores bibir gw sedikit…

waspada, tentara bayaran dari afrika itu mengambil jarak sambil memasang kuda-kuda….

tell me kiddo… what are you ?  delik kembarannya Mike Tyson ngeri…  KENAPA ELU BISA PUNYA MATA ITU?!

gua? gw senyum kecil, ngeludahin darah dari bibir gw  …death….

Kolonel Membhle tertawa lebar…  bullshit… cuma ada satu orang di dunia yang berhak menyandang gelar itu…. … 20 tahun lalu, di Lebanon gua pernah ketemu manusia biasa yang bisa ngebantai 12 orang animus usernya Israel seorang diri… kekuatannya bukan mumbo jumbo memperlambat waktu atau menembakkan api… his special ability… is only to stop…. people breathing…

gw nelen ludah… kali ini gw beneran ngerasa dejavu sama kata2nya…

The Deadliest Asassin in The World…  Kol. Membhle berkata dengan merinding…  The God Killer… Sahal Sang Penjagal….

Njir… gw sekarang berasa anaknya Anang Hermansyah….

Nirwikana… tiba-tiba gw ngerasa sensasi yang sama dengan bersatunya atman dan brahman… roh dan alam semesta.. tapi saat ini gw ngerasa alam semesta yang meleburkan dirinya dalam tubuh gw… gw bisa ngerasain energi prana dari ibu bumi dan energi prana jagat raya yang mengalir di pembuluh darah gw… menghidupi setiap sel gw… memperbaharui nafas kehidupan gw…. sekarang gw merasakan aliran prana ibarat ribuan selang mikroskopis yang bisa gw atur arah gerakannya…

gw coba mengalihkan aliran prana gw ke sel-sel otot gw kaya yang diajarin Tara tadi… seketika itu gw ngerasa kaki dan tangan gw dipenuhi sama energi macam domba garut abis diminumin kratingdaeng campur bodrek…

hujan deras membasahi kepala botak gw, menetes ke badan cungkring gw yang kini ikut mengepulkan uap panas kaya si kolonel… myehehehe…. kayanya berkas-berkas serabut otot gw sekarang siap beraskelerasi lebih cepat dari manusia normal neh sob…

gw juga harus bisa nunjukin bahwa biar badan gw cungkring, juga gw bisa bergerak selincah Dora The Explorer….

Seringai mengerikan makin melebar di bibir memble Kol Membhle begitu ngelihat perubahan pergerakan gw…

Death… is it the time ?  maniak perang itu girang karena menemukan lawan sepadan…

Kol Membhle mengangkat pisaunya di atas kepalanya memasang kuda-kuda yang gak pernah gw lihat sebelumnya… sekujur tubuhnya yang berotot dipenuhi sama urat-urat, pertanda ia mengerahkan prananya sampai batas maksimal…

Kol Membhle meledakkan prana di telapak kakinya… dalam satu kedipan mata, ujung pisaunya udah ada di depan leher gw… refleks, gw menghindar dengan kecepatan yang sama… kulit leher gw kepotong, tapi gw berhasil mengelak ke dalam jarak aman…

kali ini gw gak mw gegabah sob… melawan kekuatan orang segede kingkong secara head 2 head bener-bener bunuh diri…

dengan mengandalkan dharana dan otot-otot yang di overclock melebihi batas normal, gw coba ngehindarin satu demi satu serangan sang ondel-ondel kalap…

serangan pertama… gw masih bisa mengelak… dua… lengan gw kebacok… serangan ketiga … perut gw robek… tapi gw tahu… gak ada manusia yang bisa melakukan serangan tanpa putus-putus… dengan tenang gw mengunci setiap detil pegerakannya pake Dharana… barulah setelah muncul jeda pada serangannya, gw pusatin semua prana gw di otot lengan gw…

gak mw menyia-nyiakan momentum… gw segera ngebacokin golok gw dari bawah ke atas… tapi serdadu bayaran yang puluhan tahun berkubang dalam medan perang itu tanpa ragu ngebales dengan bacokan yang mengarah ke tengkuk gw…

gw gak tahu… seharusnya gw bisa menghindar… tapi gw tahu cuma ini satu-satunya kesempatan gw…

JLEBH!

pandangan gw ketutupan sama air hujan becampur darah… Gw gak tahu seberapa parah serangan si kolonel… soalnya gw sekarang ngerasa setengah badan gw mati rasa… dan gw juga udah susah ngedenger apa-apa lagi selain deru hujan dan nafas gw sendiri…

Ujung tajam pisau komando kayanya ngebacok batok kepala gw sob… darah segar memancar memenuhi muka gw… tapi gw gak takut vro… karena luka mengangga juga sekrang memanjang dari dada sampai perut kolonel…

In the fell clutch of circumstance
I have not winced nor cried aloud….

Under bludgeonings of chance
My head is bloody but unbowed…

Menerjang terhuyung di antara karang dan genangan air… Kol Membhle masih mencoba menyarangkan ujung pisaunya di jantung gw… tapi gw tahu… ini adalah serangan putus asa dari orang yang sedang sekarat… dengan bantuan dharana, gw mengelak ke samping menghindari tusukannya…

urat-urat di tangan kanan gw udah keluar semua karena diinjeksi prana dalam batas maksimal… gak pake lama, langsung gw bacokin golok gw ke arah musuh sekuat tenaga sambil tereak…

NAMA GUA JONI KROCO, VREMAN FALING VAROKAH!

JLEBHHHHH!

Bacokan gw langsung ngebuntungin tangan yang udah menodai orang yang gw sayang… belum puas, gw sabetin lagi golok gw ke leher Kol Membhle yang masih mengerang kesakitan…

INI BUAT SHEILA! darah segar segera menyembur dari pembuluh nadi besar yang kepotong… membasahi muka gw yang tertawa lebar…..

DAN INI BUAT BOL GUA! jerit gw, sebelum membenamkan ujung tajam golok gw dari perut sampai selangkangannya…

gw gak ngerti… kenapa gw begitu menikmati mencincang satu persatu bagian tubuh orang yang udah menodai Sheila… dan yang paling mengerikan adalah… bahwa gw gak bisa berhenti ketawa…

otot-otot gw baru terasa sakit semua waktu kesadaran gw menormal… memaksa otot-otot bekerja di luar ambang batas ternyata memberikan impact yang menyakitkan….

gw terduduk lemas di samping potongan-potongan tubuh Kol Membhle… kepala gw bocor… perut gw robek… tanpa Amerta, mungkin gw juga bakal nyusul si kolonel gak lama lagi…

Menggap-menggap… gw berusaha memenuhi paru-paru gw dengan oksigen… tapi kayanya makin lama gw makin susah bernafas neh sob…. sementara hujan yang turun makin deras mengalirkan lebih banyak lagi darah gw ke dalam genangan air yang udah maikin memerah… kepala gw makin pusing karena kekurangan oksigen… sampe akhirnya gw menyandarkan punggung gw di batu karang… menunggu izrail ngejemput gw…

Beyond this place of wrath and tears.
Looms but the Horror of shade….

And yet the menace of the years
Finds and shall find me unafraid…

The Temperance alias Mat Junub
Anggota Gugus Major Arcana,
Mantan Pasukan Khusus Tentara Diraja Malaysia
(ngefans banget ama Mario Teguh)​

Di antara hujan yang makin deres, gw ngelihat seseorang pakai balaclava tengkorak berjalan mendekat dari arah bukit karang… mata gw segera memicing waspada… menggenggam golok gw erat-erat…

ZUPPER sekali sahabat semua… ZUPPER sekali….  komentar si mario teguh negeri jiran melihat bagian badan Kol Membhle yang kepisah-pisah…  mandala 12 rasi bintang… the strongest of the strong… ternyate itu bukan bualan belake…”

tentara bayaran bertopeng tengkorak itu berjongkok di depan gw….

” oleh karena itu awak mendapat dua hal dari saye… yang pertame adalah jempol saye… yang kedue adalah tawaran bergabung dengan Gugus Arcana Major… kalau awak cube bergabung dengan kami… pastilah awak akan jadi asassin nomor due paling hebat di seluruh jagat raye…

gw… gak… mau jadi asassin… sahut gw tersenggal…  gw mau… jadi gengster paling varokah…

Sayang sekali… sahabat zupper… sayang sekali…  dia berkata sambil menghunus sepasang pisau kukri andalannya….  kalau begitu… saye terpakse menghabisi nyawa awak… The Temperance alias Mat Junub… Animus User Level S dari Gugus Arcana Major… awak ingat nama saye baik-baik…

Mat Junub mengangkat pisau kukri-nya siap-siap mengeksekusi gw… tapi gw gak bakal diem aja… gw pusatin sisa prana gw ke golok di genggaman tangan… gw tantang balik pandangan Mat Junub…. gw sama sekali gak takut meski sepasang pisau kukri udah siap misahin kepala gw dari badan… kalo gw harus mati, minimal gw harus bawa dia mati sama gw…

SIAPA AWAK!  Mat Junub tiba-tiba panik begitu ngelihat mata gw  KENAPA AWAK JUGA MEMILIKI TATAPAN MATA ITU!

ingat baik-baik nama gua…  desis gw dengan tatapan pembunuh…  JONI LAKSAMANA SAMUDERA BIN SAHAL MAHESSA ANGKARA!

geledeg gede kedengeran mengiringi kilat yang menyambar di langit….

TAK! Awak pasti sedang berduste! ini tak possible….  Mat Junub menggeleng-geleng gak percaya…  awak berduste… ini benar-benar tak poss-…

guara berdesing yang menembus dadanya seketika membungkam perkataan Mat Junub… Kembaran Mario Teguh itu cepat menoleh ke asal suara… namun desingan kedua dan ketiga keburu menyambar leher dan batok kepalanya….

gw gak tahu yang terjadi… gw cuma tahu waktu orang bertopeng tengorak itu ambruk dengan kepala berlubang tepat di depan gw…

badannya klejet-klejet beberapa kali… tapi sebelum mati… dia sempet bebisik…

son… of…. death….

geledek gede terdengar bergemuruh…

Hujan yang turun semakin deras membuat gw kesulitan mengenali bayangan yang bergerak cepat di antara batu karang…. sampai akhirnya sepatu bot menginjak genangan air bercampur darah hingga menyiprati muka gw…. mata gw memicing, sesosok tegap udah berdiri tegak di depan gw… gw cuma bisa ngelihat jubah ponco dan tangan yang menenteng sniper rifle dengan laras berperedam suara…

Kilatan petir di langit menerangi wajah serem mirip Mad Dog dengan latar belakang awan gelap dan air yang menetes dari langit…

nama bokap lu gak boleh disebut sembarangan, Jon…

Macan meletakkan sniper rifle-nya di karang… lalu ngebalut luka-luka gw…

elu… kenal… babe gua… bang… ?

Partner gua… sahabat gua…  Macan terdiam sebentar  …orang yang mengkhianati gua…