Cerita Lama Sungai Hitam Part 19

0
1237

Cerita Lama Sungai Hitam Part 19

Aku berdiri seorang diri di depan nisan Karen. Semua orang sudah pulang, Joko dan Ira yang berniat tetap menemaniku, aku suruh pulang. Aku ingin sendiri kataku.

Kupandangi nisan Karen. Dua hari ini bagaikan sebuah mimpi. Mimpi buruk tentunya. Karen dimakamkan di sebelah makam papi. Sengaja aku memesan peti mati yang ukurannya lebih besar dari biasanya. Karena boneka Teddy Bear Karen yang dulu menemaninya di Amerika, aku simpan dalam peti matinya. Biar Karen tidak merasa kesepian, pikirku. Pikiran yang konyol, tapi paling tidak bisa membuat aku lebih tenang. Dalam tidur panjangnya, aku memakaikan Karen kaos bergambar Leonardo dan rok mini blue jeans. Pakaian yang dia kenakan waktu kutabrak dulu.

Kenapa wanita yang kucintai selalu meninggalkanku. Mami kandungku dan kini wanita yang paling kucintai meninggalkan aku juga. Aisya pun meninggalkanku meskipun aku belum yakin dengan perasaanku terhadap Aisya.

Angin dingin menghantam kulitku. Hujan gerimis mulai turun. Aku masih tetap berdiri terpaku di depan nisan Karen. Aku tidak ingin cepat-cepat kembali ke rumah. Rumah besar yang pasti sangat sepi tanpa kehadiran siapapun disana kecuali aku. Seminggu terakhir bersama Karen, benar-benar terasa mengembalikan cintaku yang telah kupendam pada Karen. Namun akhirnya tidak berakhir happy ending untuk selamanya buatku. Aku menatap langit, tidak peduli terpaan rintik hujan mengenai mukaku.

Apakah kau sedang melihatku dari atas sana, sayangku? Tentu saja tidak ada jawaban. Hanya guntur yang sahut menyahut di langit jauh sebelah barat sana. Seakan-akan menyanyikan irama kesedihan mengiringi aku.
Memutar kenangan-kenanganku bersama Karen dalam benakku hanya membuat kehangatan sesaat dalam hatiku. Senyum kecil yang langsung sirna ketika aku menyadari Karen sudah tiada.
Hujan sudah mulai deras menerpa tubuhku. Bukan pakaian basahlah yang membuat aku ingin pulang, tapi karena langit sudah gelap. Sesampai dirumah, aku hanya sempat mengganti bajuku dengan celana pendek tanpa memakai baju atas. Aku langsung berbaring di ranjang dimana Karen terbaring disana selama seminggu. Masih tercium wangi khas Karen, seakan-akan orangnya masih ada disitu. Aku buka lemari baju dimana pakaian-pakaian Karen tersimpan. Kudekap baju-baju Karen, mencium aromanya. Aku kemudian meneteskan air mataku.

Sudah dua hari berlalu, dering telepon genggamku tidak pernah kuangkat. Aku masih bersimpuh di atas ranjang. Aku hanya makan sisa-sisa makanan yang ada di kulkas tanpa niat untuk membeli makanan. Televisi kubiarkan menyala tanpa kutonton. Hanya sekedar membuat suasana kamarku tidak terlalu sunyi dan senyap. Pakaian Karen berantakan tumpang tindih di ranjang kami. Ranjangku sekarang statusnya.

Dengan langkah gontai, aku memutar bluray playerku. Tentu saja satu-satunya film yang ada, Titanic yang kuputar. Box film aku simpan di sebelah bantalku. Bukannya terhibur, malah membuat aku mengingat kembali saat aku dan Karen menonton film ini, bersama Joko dan Ira, lalu ketika waktu kami nonton berdua saja. Aku tekan tombol menu setelah film berjalan 30 menit. Aku pilih menu video klip My Heart Will Go On-nya Celine Dion. Aku setting dengan replay.

Aku meraba box film. Melihat foto Leonardo langsung terbayang betapa Karen sangat mengidolakan Leo. Disini Leo yang meninggal meninggalkan Rose tapi kenyataan dalam hidupku aku yang ditinggalkan gadisku. Aku menyentuh foto Leo di cover Box Bluray. Kutelusuri wajahnya sambil mengingat-ingat Karen. Kok terasa tidak rata permukaannya. Aku telusuri balik, seperti ada yang mengganjal di dalam. Aku mengeluarkan covernya dan terselip keluarlah secarik kertas.

Kubuka lipatan surat. Aku mengenal bentuk tulisannya, tulisan Karen.

Halo bert, mungkin waktu loe baca surat ini, gua uda ga ada. (aku memejamkan mata sesaat)

Loe pengen tau kenapa gua tulis surat ini? Karena waktu loe pergi cari Aisya. Gua sengaja ke kamar Aisya. Gua pengen tau siapa tau dia ninggalin pesan buat loe dan gua menemukan surat Aisya di ranjang dan gua baca.
Waktu gua baca surat itu gua merasa sedih dan bahagia sekaligus. Gua sedih karena gua merasa gua bakal meninggalkan loe untuk selama-lamanya. Dan gua bahagia karena ternyata bakal ada seseorang yang menggantikan gua untuk menjaga loe. Dari isi suratnya, sebagai seorang wanita, gua bisa merasakan Aisya mencintai loe dengan tulus. Ingatlah gua sebagai wanita yang pernah mencintai loe dan gua akan mengingat terus bahwa loe adalah pria yang pernah membuat gua sangat bahagia. Tapi kini gua tidak bisa menemani loe lagi dan loe perlu seseorang yang bisa membahagiakan loe setelah gua ga ada.

Tolong carilah Aisya bert. Dia wanita yang tepat sebagai pengganti gua. Gua yakin Aisya bisa membahagiakan loe. Gua sekarang mengerti arti tatapan dia selama ini yang gua lihat ketika dia lagi bersama loe. Janji sama gua yah. Carilah dia sampai ketemu. Loe inget kata-kata Jack pada Rose pada saat Rose berbaring di atas papan dan Jack berada di dalam air disampingnya. Anggap aja apa yang dikatakan Jack itulah yang ingin gua sampaikan pada loe. Jack bilang : Promise me you’ll survive. That you won’t give up, no matter what happens, no matter how hopeless. Promise me now, Rose, and never let go of that promise. Dan Rose bilang : I promise. Jadi janjilah ama gua, bert. Loe bakal survive dan carilah Aisya. Please promise me.

I love you bert and I will always love you. Terima kasih buat semua kenangan indah yang sudah loe berikan buat gua
Penuh cinta,
Karen yang selalu mengingat loe dan mencintai loe sampai kapanpun

Air mataku menetes membasahi surat Karen.

Bersambung

Pembaca setia BanyakCerita99, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)BTW yang mau Mensupport Admin BanyakCerita  dengan Menklik Gambar Diatas dan admin akan semakin semangat dapat mengupdate cerita full langsung sampai Tamat.
Terima Kasih 🙂

Daftar Part